| dc.description.abstract | PT. Primissima merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang tekstil yang berdiri sejak tahun 1971. Dalam pengoperasiannya PT. Primissima tentu tidak lepas dari masalah-masalah pengendalian kualitas produk dan menjaga kosistensi dari kualitas produk. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan pengendalian kualitas dengan menggunakan metode Six Sigma pada proses produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perolehan level sigma yang dicapai dan mendapatkan rancangan konsep Six Sigma pada Departemen Grey Finishing PT. Primissima dalam mengurangi tingkat cacat. Penulis menggunakan tools dari Six Sigma dengan pendekatan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) agar dapat mengurangi cacat hasil proses yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PT. Primissima telah mencapai level sigma 3,10 pada atribut. Pada variabel kualitas benang mempunyai level sigma 2,72 dan variabel unevenness mempunyai level sigma 3,70. Terdapat 3 CTQ terbesar yaitu pakan rangkap (31,5 %), lusi putus (23,5%) dan benang bebas (15%). Kemudian dengan menggunakan metode FMEA diperoleh nilai RPN (Risk Priority Number) sebesar 245 yang merupakan nilai terbesar sehingga dibutuhkan tindakan sesegera mungkin. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk PT. Primissima berdasarkan analisis tersebut adalah dengan cara mengutamakan mengganti dan melakukan perawatan pada mesin khususnya pada komponen yang sering mengalami kerusakan. Diharapkan rencana perbaikan tersebut dapat dilaksanakan dan meningkatkan kualitas produk. | en_US |