| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberfungsian keluarga dengan subjective well being pada remaja dengan orang tua long distance marriage. Permasalahan pada penelitian ini adalah terjadinya disfungsi keluarga pada remaja dengan orang tua long distance marriage yang diasumsikan berdampak pada rendahnya subjective well being pada remaja dengan orang tua long distance marriage. Hipotesa yang diajukan pada penelitian ini adalah ada hubungan positif antara keberfungsian keluarga dengan subjective well being pada remaja dengan orang tua long distance marriage. Subjek dalam penelitian ini adalah 38 remaja putra dan putri, berusia antara 15-21 tahun, berdomisili di Jogjakarta, serta memiliki orang tua yang menjalin long distance marriage. Penelitian ini menggunakan 2 kuisioner, yaitu kuisioner keberfungsian keluarga dan kuisioner subjective well being (terdiri atas skala positive affect and negative affect, serta skala satisfaction with life scale). Kuisioner keberfungsian keluarga mengacu pada aspek-aspek keberfungsian keluarga yang dikemukakan oleh Hampson (1990), dengan $\alpha$ = 0,918, skala afek positif mengacu pada aspek yang diungkapkan oleh Diener (1985), dengan $\alpha$ = 0,777, skala afek negatif (10 item) dengan $\alpha$ = 0,871, dan skala kepuasan hidup (3 item) dengan $\alpha$ = 0,672. Metode analisa data penelitian ini dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel keberfungsian keluarga dengan subjective well being pada remaja dengan orang tua long distance marriage (p= 0,002; p<0,05). Hasil R squared menunjukkan bahwa sumbangan keberfungsian keluarga sebesar 20,2% terhadap subjective well being pada remaja dengan orang tua long distance marriage. | en_US |