| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan depresi pada remaja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara religiusitas dengan depresi. Semakin tinggi religiusitas pada remaja, maka depresi akan semakin rendah. Sebaliknya, semakin rendah religiusitas, maka semakin tinggi pula depresi pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMK Negeri 4 Mataram. Teknik pengambilan data menggunakan metode skala. Adapun skala yang digunakan adalah skala religiusitas 1 dan religiusitas 2 yang disusun oleh Octarina (2008) yang mengacu pada teori Glock dan Stark, serta skala Beck Depression Inventory II dari Beck yang telah diadaptasi oleh Astuty (2008). Metode analisis data yang digunakan adalah menggunakan fasilitas SPSS 16.0 for Windows untuk menguji korelasi antara religiusitas dengan depresi. Korelasi product moment dari Pearson menunjukkan korelasi sebesar r = -0,337 dan p = 0,000 (p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan depresi, dengan demikian maka hipotesis yang diajukan dapat diterima. | en_US |