| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara kepuasan perkawinan dengan kekerasan pada anak. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara kepuasan perkawinan dengan kekerasan pada anak oleh ibu. Semakin tinggi kepuasan perkawinan yang dirasakan oleh ibu maka semakin rendah kekerasan pada anak. Sebaliknya, semakin rendah kepuasan perkawinan yang dirasakan oleh ibu maka semakin tinggi kekerasan pada anak akan muncul. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan tingkat perekonomian rumah tangga menengah ke bawah. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah metode purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang berjumlah 70 orang dengan kondisi ekonomi rumah tangga menengah ke bawah. Adapun skala yang digunakan adalah skala kekerasan pada anak yang mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Department of Injuries and Violences Prevention WHO (2006), dengan koefisien alpha sebesar 0,709 dan skala kepuasan perkawinan yang mengacu pada ENRICH (Evaluating & Nurturing Relationship Issues, Communication, Happiness) Marital Satisfaction (EMS) (Fowers, 1989) dengan koefisien alpha sebesar 0,948. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Spearman dengan bantuan program SPSS 12 for Windows. Korelasi product moment menunjukkan korelasi sebesar r = -0,376 yang artinya ada hubungan negatif antara kekerasan pada anak dengan kepuasan perkawinan. Sehingga hipotesis diterima. | en_US |