• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadi Keluhan Gangguan Respirasi Pada Pekerja Pabrik Mainan Kayu CV Putra Putri di Kabupaten Jombang

    Thumbnail
    View/Open
    22711135.pdf (1.385Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramadhani, Sherly Mustika
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada sistem respirasi masih menjadi masalah kesehatan di sector industri, terutama pada lingkungan dengan paparan debu kayu, timbal (Pb), dan isosianat. Pekerja pabrik mainan kayu berisiko mengalami keluhan respirasi akibat paparan tersebut, ditambah faktor individu seperti usia, IMT, lama masa kerja, penggunaan APD masker, dan riwayat merokok. Data terkait gangguan respirasi pada pekerja pabrik mainan kayu di Kabupaten Jombang masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk menganalisis hubungan faktor risiko dengan keluhan respirasi. Tujuan: Menganalisis korelasi antara faktor risiko dengan keluhan gangguan respirasi pada pekerja pabrik mainan kayu CV. Putra Putri di Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 pekerja diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran IMT, dan pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Sebanyak 68,8% pekerja mengalami keluhan respirasi, dengan keluhan terbanyak berupa bersin (62,5%) dan batuk berdahak (46,9%). Mayoritas responden memiliki IMT obesitas (56,3%) dan jarang menggunakan masker (43,8%). Hasil analisis menunjukkan bahwa IMT berhubungan signifikan dengan gangguan respirasi (p<0,05), sedangkan usia, lama masa kerja, penggunaan APD masker, riwayat merokok, dan lokasi kerja tidak menunjukkan hubungan bermakna (p>0,05). Kesimpulan: Sebagian besar pekerja pabrik mainan kayu mengalami keluhan respirasi. IMT merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan gangguan respirasi, sementara faktor risiko lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62743
    Collections
    • Medical Education [2922]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV