Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadi Keluhan Gangguan Respirasi Pada Pekerja Pabrik Mainan Kayu CV Putra Putri di Kabupaten Jombang
Abstract
Latar Belakang: Penyakit Akibat Kerja (PAK) pada sistem respirasi masih menjadi
masalah kesehatan di sector industri, terutama pada lingkungan dengan paparan
debu kayu, timbal (Pb), dan isosianat. Pekerja pabrik mainan kayu berisiko
mengalami keluhan respirasi akibat paparan tersebut, ditambah faktor individu
seperti usia, IMT, lama masa kerja, penggunaan APD masker, dan riwayat
merokok. Data terkait gangguan respirasi pada pekerja pabrik mainan kayu di
Kabupaten Jombang masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk
menganalisis hubungan faktor risiko dengan keluhan respirasi.
Tujuan: Menganalisis korelasi antara faktor risiko dengan keluhan gangguan
respirasi pada pekerja pabrik mainan kayu CV. Putra Putri di Kabupaten Jombang.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 pekerja diambil dengan teknik
total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran IMT, dan
pemeriksaan fungsi paru menggunakan spirometri. Analisis dilakukan secara
univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman.
Hasil: Sebanyak 68,8% pekerja mengalami keluhan respirasi, dengan keluhan
terbanyak berupa bersin (62,5%) dan batuk berdahak (46,9%). Mayoritas
responden memiliki IMT obesitas (56,3%) dan jarang menggunakan masker
(43,8%). Hasil analisis menunjukkan bahwa IMT berhubungan signifikan dengan
gangguan respirasi (p<0,05), sedangkan usia, lama masa kerja, penggunaan APD
masker, riwayat merokok, dan lokasi kerja tidak menunjukkan hubungan bermakna
(p>0,05).
Kesimpulan: Sebagian besar pekerja pabrik mainan kayu mengalami keluhan
respirasi. IMT merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan gangguan
respirasi, sementara faktor risiko lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna.
Collections
- Medical Education [2922]
