Perspektif Masyarakat Adat Baduy Luar Terhadap Pencatatan Akta Kelahiran : Tinjauan Hukum Islam dan Hak Asasi Manusia
Abstract
Masyarakat adat Baduy Luar merupakan komunitas adat yang menjadikan
nilai-nilai leluhur sebagai pedoman utama dalam kehidupan sosial dan
spiritual. Dalam konteks negara hukum modern, kewajiban pencatatan akta
kelahiran sebagai bagian dari sistem administrasi kependudukan nasional
menghadirkan dinamika tersendiri bagi masyarakat Baduy Luar yang berada di
antara keterbukaan terhadap negara dan loyalitas terhadap adat. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat adat Baduy Luar terhadap
pencatatan akta kelahiran serta meninjaunya dari perspektif hukum Islam dan
hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yuridis-
sosiologis dengan metode penelitian lapangan dan studi pustaka. Data
diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat Baduy Luar dan aparatur
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lebak, serta melalui
kajian peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, dan instrumen
hak asasi manusia. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan
pola berpikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya
pencatatan akta kelahiran di kalangan masyarakat Baduy Luar bukan
disebabkan oleh penolakan terhadap hukum negara, melainkan oleh kuatnya
sistem pengakuan identitas berbasis adat yang telah diakui secara sosial dan
spiritual. Dalam perspektif hukum Islam, pencatatan akta kelahiran merupakan
mu‘āmalah yang bernilai maṣlaḥah dalam melindungi nasab dan hak anak
sesuai dengan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-nasl. Dari perspektif hak
asasi manusia, pencatatan kelahiran merupakan hak fundamental anak yang
menuntut kebijakan negara yang inklusif dan berkeadilan budaya.
Collections
- Islamic Law [939]
