| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya budaya patriarki dan
ketimpangan relasi gender dalam keluarga yang berdampak pada melemahnya
ketahanan keluarga serta meningkatnya potensi konflik rumah tangga. Realitas
tersebut menunjukkan bahwa konsep keluarga sakinah mawaddah warahmah sering
kali dipahami secara normatif tanpa mempertimbangkan dinamika relasi kuasa dan
konstruksi sosial yang memengaruhi kehidupan keluarga. Oleh karena itu,
diperlukan perumusan konsep keluarga sakinah mawaddah warahmah yang tidak
hanya berlandaskan nilai teologis, tetapi juga mengintegrasikan perspektif keadilan
gender agar lebih kontekstual dan responsif terhadap problem sosial. Fokus
penelitian ini adalah konsep keluarga sakinah mawaddah warahmah berbasis
gender menurut Pusat Studi Gender Universitas Islam Indonesia (PSG UII), peran
PSG UII dalam membangun kesadaran masyarakat melalui berbagai program
edukatif dan pemberdayaan, serta pandangan hukum Islam terhadap konsep dan
peran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan
dengan memadukan perspektif hukum Islam dan teori keadilan gender untuk
melihat kesesuaian nilai-nilai syariat dengan praktik pembinaan keluarga berbasis
kesalingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keluarga sakinah
mawaddah warahmah berbasis gender menekankan kesetaraan relasi suami-istri,
komunikasi terbuka, musyawarah, serta kerja sama dalam pembagian peran
domestik maupun ekonomi. PSG UII berperan sebagai agen perubahan sosial dalam
membangun keluarga yang berkeadilan gender. Dalam perspektif hukum Islam,
konsep dan peran tersebut sejalan dengan tujuan perkawinan untuk mewujudkan
kemaslahatan, ketenteraman, dan keberlanjutan keluarga. | en_US |