Profil Perokok Aktif dan Perilaku Seks Bebas pada Anak Jalanan Usia 10–18 Tahun di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang Penelitian : Anak jalanan merupakan kelompok yang paling rentan untuk melakukan perilaku yang menyimpang. Berdasarkan survei, setiap tahun jumlah anak jalanan semakin meningkat. Semakin meningkatnya jumlah anak jalanan maka semakin meningkat juga perilaku menyimpang yang dilakukan terutama pada perilaku merokok dan seks bebas. Pada umumnya, setiap anak jalanan di kota Yogyakarta dinaungi oleh rumah singgah dan salah satunya adalah Rumah Singgah Ahmad Dahlan (RSAD). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui prevalensi perokok aktif dan pelaku seks bebas pada anak jalanan usia 10-18 tahun serta untuk mengetahui usia pertama kali merokok, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok dan macam- macam perilaku seks bebas dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat non eksperimental dan merupakan penelitian deskriptif menggunakan rancangan crosss sectional bersifat retrospektif dengan melihat data sekunder yaitu data status anak jalanan berdasarkan pendataan dari Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta. Hasil : Didapatkan hasil bahwa 95% anak jalanan adalah perokok, sedangkan 5%- nya lagi merupakan bukan perokok ataupun sudah berhenti merokok. Dari 95% tersebut, anak jalanan yang menjadi perokok aktif (merokok minimal 1 batang rokok per hari) sebesar 70% dan perokok tidak aktif (merokok pada saat tertentu saja) sebesar 30%. Usia termuda pada anak jalanan yang merokok adalah 5 tahun. Sedangkan hasil dari penelitian tentang perilaku seks bebas diketahui bahwa perilaku seksual anak jalanan dibagi menjadi 3 kategori yaitu ‘berhubungan intim (BI)’, ‘bercumbu (B)’, dan ‘petting (P)’. Perilaku seksual yang memiliki persentase paling besar adalah pada rentang usia 16-18 tahun (BI : 48%, B : 100%, P : 78%). Dan usia dini perilaku seksual ini adalah usia 9-10 tahun. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menyimpang ini sama yaitu; faktor keluarga, ekonomi dan sosial, kepribadian, tingkat pendidikan, dan lingkup pergaulan. Ringkasan : Perilaku merokok dan seks bebas pada anak jalanan bisa dikatakan sangat memperihatinkan. Apabila tidak ada tindak lanjut untuk masalah ini maka dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang buruk yaitu meningkatnya angka kesakitan akibat rokok sejak usia dini, semakin banyak terjangkitnya penyakit IMS ataupun HIV dan dampak lainnya.
Collections
- Medical Education [2934]
