| dc.description.abstract | Latar Belakang : Berdasarkan SKDI tahun 2012, angka pemberian ASI eksklusif yaitu 42 % dengan target 75% pada tahun 2013. Cakupan yang masih kurang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu berasal dari ibu, anak, keluarga, dan petugas kesehatan. Hal ini juga menjadi salah satu faktor masih tingginya Angka Kematian Bayi di Indonesia. Pada tahun 2012, AKB di Indonesia yaitu 32 per 1000 kelahiran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengalaman menyusui dan tingkat pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Subjek penelitian merupakan ibu-ibu yang datang ke posyandu di Kelurahan Barukan, Kecamatan Manirenggo, Kabupaten Klaten. Data yang digunakan merupakan data primer berupa kuisioner pemberian ASI eksklusif. Hasil : Jumlah ibu yang menjadi subjek penelitian yaitu 57 orang. Berdasarkan pemberian ASI eksklusif, ASI Eksklusif (71,9%) dan tidak memberikan ASI Eksklusif (28,1%). Berdasarkan tingkat pendidikan, pendidikan rendah (93%) dan pendidikan tinggi (7%). Penelitian ini menggunakan Fisher's Exact Test yang menunjukkan nilai p = 0,312 (p > 0,05). Sedangkan, berdasarkan variabel pengalaman menyusui didapatkan ibu yang tidak pernah menyusui ASI eksklusif sebelumnya (82,5%) dan pernah memberikan ASI eksklusif sebelumnya (17,5%). Penelitian ini menggunakan uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kedua variabel bebas diuji menggunakan analisis multivariat, didapatkan step 2 hanya variabel pengalaman menyusui yang lebih berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan : Dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pemberian ASI eksklusif, terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman menyusui dan pemberian ASI eksklusif, dan pengalaman menyusui merupakan faktor yang lebih berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. | en_US |