Show simple item record

dc.contributor.authorArifany, Feny Nurvita
dc.date.accessioned2026-05-19T06:40:48Z
dc.date.available2026-05-19T06:40:48Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62721
dc.description.abstractKeberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sesuatu tujuan selain ditentukan oleh mutu profesionalitas juga ditentukan oleh disiplin para anggotanya. Salah satu kewajiban pegawai menurut pasal 3 ayat 11 UU No 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Indonesia sebelum adanya mesin presensi berbasis sidik jari dikenal dengan pegawai yang suka memakai jam karet (tidak tepat waktu) dan sering melakukan kecurangan untuk tidak hadir kerja dengan mengandalkan titip absen yang telah dijadikan budaya oleh sebagian besar pegawai yang malas. Penerapan sistem presensi sidik jari di pemerintah Kabupaten Pemalang, meskipun sudah diwajibkan untuk presensi menggunakan sistem presensi sidik jari, namun masih ada sebagian oknum PNS yang masih mencoba untuk berbuat curang. Selain itu, ada PNS di salah satu instansi pemerintah Kabupaten Pemalang yang mengeluhkan sistem presensi sidik jari bagi pegawai lapangan yang tidak bisa melakukan presensi sesuai ketentuan jam, sehingga tetap dicatat tidak melakukan presensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pegawai memiliki niat untuk menggunakan presensi sidik jari dan apa saja yang menjadi motivasi pegawai untuk menggunakan presensi sidik jari. Menurut theory of planned behavior, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi intensi/niat, yaitu attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control. Penelitian ini memodifikasi dari theory of planned behavior dengan menambahkan perceived usefulness, perceived ease of use, dan compatibility sebagai faktor yang mempengaruhi attitude; peer influence dan superior's influence sebagai faktor yang mempengaruhi subjective norm; serta self efficacy dan technology facilitating conditions sebagai faktor yang mempengaruhi perceived behavioral control. Analisis regresi berganda dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel-variabel yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, dan compatibility terbukti berpengaruh positif terhadap attitude; peer influence dan superior's influence berpengaruh positif terhadap subjective norm; self efficacy dan technology facilitating conditions berpengaruh positif terhadap perceived behavioral control; serta attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control juga terbukti berpengaruh positif terhadap intention, dengan nilai confidence 95% dan margin of errors sebesar 5%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPresensi Sidik Jarien_US
dc.subjectIntensien_US
dc.subjectPegawai Negeri Sipilen_US
dc.subjectTheory of Planned Behavioren_US
dc.subjectAnalisis Regresi Bergandaen_US
dc.titleAnalisis Intensi Pegawai Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk Menggunakan Sistem Presensi Sidik Jarien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM11917219


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record