Karakteristik Klinis dan Radiologis Pasien Tuberkulosis Paru pada Pasien HIV di Rsud Dr. Soedirman Kebumen Tahun 2022-2023
Abstract
Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua insiden tuberkulosis (TB)
tertinggi di dunia setelah India. TB paru sering berkoinfeksi dengan human
immunodeficiency virus (HIV), terutama pada tahap akhir infeksi, yang kerap
menimbulkan presentasi atipikal tanpa tanda atau gejala khas. RSUD dr.
Soedirman Kebumen, sebagai rumah sakit tipe C di Kabupaten Kebumen, memiliki
angka kasus TB dan HIV/AIDS yang cukup tinggi.
Tujuan: mengetahui karakteristik klinis dan radiologis pasien tuberkulosis paru
dengan HIV tahun 2022-2023 di RSUD dr. Soedirman Kebumen
Metode: Penelitian cross-sectional dengan melibatkan 24 pasien TB paru dengan
HIV/AIDS yang dirawat pada periode 2022–2023. Pengambilan sampel dilakukan
secara whole sampling, yaitu seluruh pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan
tidak memiliki kriteria eksklusi pada periode penelitian. Data yang dikumpulkan
mencakup karakteristik sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan,
pekerjaan, lama terdiagnosis HIV, stadium HIV, kepatuhan pengobatan),
karakteristik klinis (batuk persisten, sesak napas, demam, nyeri dada,
hemoptisis, penurunan berat badan, hilang nafsu makan), serta karakteristik
radiologis (konsolidasi, kavitas berdinding tebal, nodul aciner/sentrilobular,
nodul milier, dan lainnya). Analisis dilakukan menggunakan SPSS edisi 29.
Hasil: Rerata usia pasien adalah 41,33 ± 10,73 tahun (median 39,50 tahun;
rentang 24–60 tahun) dengan mayoritas laki-laki (75%). Lama terdiagnosis HIV
rata-rata 27,04 ± 15,69 bulan (median 24 bulan; rentang 3–60 bulan). Sebagian
besar berada pada stadium III (95,8%) dan sisanya stadium IV (4,2%). Gejala klinis
terbanyak adalah batuk persisten (70,8%), sesak napas (62,5%), dan demam
(58,3%). Gambaran radiologi paling sering berupa konsolidasi infiltrat (70,8%),
diikuti nodul aciner/sentrilobular (16,7%), nodul milier (8,3%), dan kavitas
berdinding tebal (4,2%).
Simpulan: Mayoritas pasien TB-HIV adalah laki-laki usia produktif dengan
stadium III, memiliki gejala utama batuk persisten, sesak napas, dan demam, serta
temuan radiologis dominan berupa konsolidasi infiltrat.
Collections
- Medical Education [2922]
