Show simple item record

dc.contributor.authorMahardika, Fatikha Putri
dc.date.accessioned2026-05-19T01:52:05Z
dc.date.available2026-05-19T01:52:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62692
dc.description.abstractLatar belakang: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes yang menunjukkan tren peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya beban TB dipengaruhi oleh berbagai faktor demografis, sosial, dan lingkungan, serta masih adanya tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Pendekatan epidemiologi digunakan untuk memahami pola distribusi TB paru berdasarkan orang, tempat, dan waktu sebagai dasar perencanaan intervensi kesehatan yang lebih efektif. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan epidemiologi kasus tuberkulosis paru berdasarkan distribusi orang, tempat, dan waktu di Kabupaten Brebes tahun 2020-2024, untuk mengetahui upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru di Puskesmas Kecamatan Brebes. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan epidemiologi. Data diperoleh dari data sekunder sistem pencatatan dan pelaporan tuberkulosis serta data pendukung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik penderita TB paru berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan, komorbiditas, kepadatan penduduk, serta distribusi kasus menurut waktu dan wilayah. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan pola epidemiologi TB paru. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus tuberkulosis paru di Kabupaten Brebes selama periode 2020-2024 mengalami peningkatan jumlah terlapor pasien TB seiring dengan kenaikan CDR pada tahun 2022-2023. Kasus didominasi oleh kelompok usia produktif, laki-laki, serta wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kecamatan Brebes. Mayoritas kasus merupakan TB sensitif obat dengan hasil pengobatan lengkap dan sembuh yang cukup tinggi, serta tren penurunan CFR dari tahun 2020 hingga 2023. masih ditemukan tantangan berupa fluktuasi CDR dan TSR, rendahnya pemeriksaan kontak, serta keterbatasan skrining komorbid dan kapasitas diagnostik, yang menunjukkan perlunya penguatan sistem deteksi dan keberlanjutan pengobatan TB.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectTuberkulosis Paruen_US
dc.subjectEpidemiologien_US
dc.subjectDistribusi Orang Tempat Waktuen_US
dc.subjectPencegahan dan Pengendalianen_US
dc.subjectKabupaten Brebesen_US
dc.titleEpidemiologi Kasus Tuberkulosis Paru di Kabupaten Brebes Tahun 2020-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711144


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record