Peran Krokot (Portulaca Oleracea) Dalam Modulasi Mikrobiota Usus Pada Kondisi Disbiosis: Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Tubuh manusia merupakan tempat kolonisasi mikroba yaang
memiliki fungsi dan peran tertentu, berbaga faktor dapat menyebabkan kondisi
ketidakseimbangan mikrobiota atau yang disebut dengan disbiosis. Disbiosis
menyebabkan gejala inflamasi sistem intestinal serta mempengaruhi bebragai
sistem lainnya. Penggunaan antibiotik jangka panjang sering dikaitkan dengan
efek samping, seperti munculnya resisten terhadap antibiotik tertentu dan
musnahnya mikrobiota baik pada tubuh, sehingga diperlukan terapi yang lebih
aman dan efektif. Krokot (Portulaca oleracea), diketahui memiliki aktivitas
modulasi mikrobiota usus melalui pengaruhnya terhadap kandungan SCFA dan
keseimbangan mikrobiota.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran krokot (Portulaca oleracea)
dalam memodulasi mikrobiota usus pada terapi disbiosis berdasarkan bukti ilmiah
yang tersedia.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review dengan menelaah
artikel ilmiah yang diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, SpringerLink,
MDPI Scopus, dan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2015–2025.
Kriteria inklusi meliputi artikel original berbahasa Indonesia atau Inggris yang
membahas secara langsung krokot (Portulaca oleracea) dalam memodulasi
mikrobiota usus pada terapi disbiosis melalui uji in vitro, in vivo, maupun uji klinis
pada manusia, dan free full text. Proses seleksi artikel dilakukan sesuai dengan
pedoman PRISMA-ScR.
Hasil: Empat artikel yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan analisis yang terdiri
atas 1 penelitian in vitro dan 3 penelitian in vivo. Secara umum, kandungan
polisakarida pada Portulaca oleracea manggis memodulasi mikrobiota usus
melalui beberapa mekanisme utama, yaitu meningkatkan kandungan SCFA yang
berperan dalam homeostasis mikrobiota serta menyeimbangan komposisi
mikrobiota ke arah mikrobiota baik.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan Portulaca oleracea memiliki peran dalam
modulasi mikrobiota pada kondisi disbiosis. Namun demikian, diperlukan
penelitian lanjutan dengan desain uji klinis dan standar metodologi yang lebih kuat
untuk memastikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.
Collections
- Medical Education [2934]
