Show simple item record

dc.contributor.authorSalsabila, Najla’ Disya
dc.date.accessioned2026-05-19T01:42:11Z
dc.date.available2026-05-19T01:42:11Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62689
dc.description.abstractLatar belakang : Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di seluruh dunia. Terapi standar seperti kemoterapi dan hormon terapi sering menimbulkan efek samping berat serta resistensi obat. Ginseng (Panax sp.) mengandung senyawa aktif utama berupa ginsenosida yang terbukti memiliki aktivitas antikanker melalui banyak mekanisme dalam berbagai penelitian eksperimental. Sehingga, penting dilakukan pemetaan ilmiah terkait potensi ginseng sebagai agen antikanker pada kanker payudara. Tujuan: Meninjau dan memetakan bukti ilmiah mengenai potensi ginseng dan berbagai ginsenosidanya sebagai terapi antikanker pada kanker payudara melalui analisis artikel penelitian in vitro dan in vivo. Metode: Penelitian ini merupakan scooping review menggunakan database PubMed, Scopus, Springer Link dan ScienceDirect dengan kata kunci ("ginseng" OR "ginsenoside" OR "Panax") AND ("breast cancer") AND ("therapy" OR "treatment" OR "anticancer"). Kriteria inklusi meliputi: artikel berbahasa Inggris, free full text, original article, desain eksperimental, dipublikasikan tahun 2019- 2025, dan mengevaluasi efek ginseng/ginsenosida terhadap sel atau model hewan kanker payudara. Proses seleksi yang dilakukan mengikuti pedoman PRISMA- ScR. Hasil: Dari delapan artikel yang dianalisis, seluruh penelitian menunjukkan bahwa ginsenosida memiliki aktivitas antikanker yang konsisten melalui berbagai mekanisme biologis. Pada studi in vitro, senyawa ginsenosida mampu menurunkan viabilitas berbagai sel kanker payudara. Pada penelitian in vivo, ginsenosida terbukti menurunkan volume tumor sebesar 40-70%. Secara spesifik, Rh4 menunjukkan efektivitas antitumor yang sebanding dengan paclitaxel, namun dengan toksisitas hati dan ginjal yang jauh lebih rendah, sehingga memberikan potensi sebagai terapi komplementer yang lebih aman. Kesimpulan: Ginseng (Panax sp.) memiliki potensi sebagai agen antikanker pada kanker payudara. Dengan profil keamanan yang baik dan potensi efektivitas yang tinggi, ginseng layak dipertimbangkan sebagai terapi komplementer untuk kanker payudara. Penelitian lanjutan, khususnya uji klinis, masih dibutuhkan untuk memastikan dosis optimal, keamanan jangka panjang, dan efektivitas klinis pada manusia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePotensi Ginseng (Panax Sp) Sebagai Antikanker Pada Kanker Payudara: Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711214


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record