| dc.description.abstract | Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi kuantitas sel darah merah di bawah
ambang batas normal sehingga kemampuan tubuh mengantarkan oksigen ke
seluruh tubuh terhambat. Seseorang dinyatakan anemia apabila kadar
hemoglobin <120 g/L dan <110 g/L pada wanita hamil berusia 15-49 tahun. Angka
kejadian anemia di setiap negara dapat dipengaruhi oleh status kesehatan dan
sosioekonomi di negara tersebut, khususnya pada negara berkembang, seperti
pada Asia Tenggara. Terdapat tiga indikator untuk menentukan derajat kesehatan
masyarakat, yaitu mortalitas, status gizi, dan morbiditas. Berbagai studi
menunjukkan adanya asosiasi cukup kuat antara kejadian anemia pada kehamilan
dengan kejadian mortalitas maternal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan anemia dengan kematian maternal.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan desain cross
sectional menggunakan data sekunder yang bersumber dari data WHO Global
Health Observatory. Variabel peneltiian yaitu variabel bebas antara lain anemia
pada ibu hamil, anemia pada ibu tidak hamil, dan GDP per Kapita, sedangkan
variabel terikat adalah angka kematian ibu (AKI) atau maternal mortality rate
(MMR).
Hasil: Analisis bivariat memperoleh hasil korelasi signifikan MMR dengan GDP
per Kapita, anemia pada ibu hamil dengan anemia pada ibu tidak hamil, anemia
pada ibu hamil dengan GDP per kapita, dan anemia pada ibu tidak hamil dengan
GDP per kapita. Analisis multivariat memperoleh hasil signifikan kejadian anemia
dan GDP per kapita terhadap kematian maternal (MMR).
Simpulan: Terdapat hubungan antara anemia pada ibu dan GDP per kapita
terhadap kematian maternal (MMR) berdasarkan hasil analisis data Global Health
Observatory kawasan ASEAN tahun 2000-2019. | en_US |