| dc.description.abstract | Latar Belakang: Lansia merupakan individu berusia 60 tahun ke atas yang
mengalami perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial seiring dengan
bertambahnya usia. Peningkatan jumlah lansia di Indonesia terjadi seiring
dengan perubahan struktur penduduk, yang ditandai dengan meningkatkan
proporsi jumlah penduduk usia lanjut. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi
provinsi dengan jumlah lansia tertinggi secara nasional. Peningkatan jumlah
lansia berdampak pada meningkatkan prevalensi penyakit tidak menular,
terutama diabetes melitus, hipertensi dan demensia, yang bersifat kronis dan
saling berkaitan serta berpotensi menurunkan kualitas hidup dan kemandirian
lansia.
Tujuan: Menggambarkan pola pengobatan yang digunakan lansia PJP untuk
pengobatan Hipertensi, Diabetes dan Demensia, menggali tantangan yang
dihadapi oleh lansia dengan PJP dalam mengakses obat, dan mengidentifikasi
bentuk dukungan keluarga, kader dan petugas kesehatan untuk pengobatan
lansia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi terhadap lansia yang termasuk dalam kategori
dengan perawatan jangka panjang.
Hasil: Pada lansia dengan hipertensi, kepatuhan pengobatan pada fase awal
cenderung rendah karena penyakit belum dipersepsikan sebagai kondisi yang
menimbulkan keluhan nyata. Kepatuhan meningkat setelah muncul gejala atau
komplikasi. Keberhasilan pengendalian hipertensi juga dipengaruhi oleh
perubahan pola hidup yang didukung keluarga. Pada lansia dengan diabetes
melitus, pengalaman penyakit sering diawali dari diagnosis tanpa gejala khas
sehingga kebutuhan perawatan jangka panjang belum dipahami sejak awal.
Kepatuhan pengobatan berkembang secara adaptif dan dipengaruhi oleh
pengalaman manfaat terapi, motivasi mempertahankan kemandirian, serta
dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Pada lansia dengan demensia,
pengobatan berfokus pada pengendalian gejala dan stabilisasi perilaku. Lansia
dengan demensia tidak mampu mengelola pengobatan secara mandiri sehingga
kepatuhan sepenuhnya bergantung pada caregiver keluarga.
Kesimpulan: Perawatan jangka panjang pada lansia dengan penyakit kronis
merupakan proses yang kompleks dan berkelanjutan, sehingga dibutuhkan
dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan komunitas secara terpadu
untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. | en_US |