Peran Lactobacillus Rhamnosus GG dalam mengurangi Diare Induksi Oxaliplatin pada Pasien Kanker Kolorektal Stadium II-III: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Kanker kolorektal (CRC) merupakan kanker ketiga terbanyak di
dunia (10% kasus) dan penyebab kematian kedua di dunia (WHO). Di Indonesia,
insidensi kanker kolorektal adalah 12,8 per 100.000 penduduk berusia dewasa
dengan mortalitas 9,5% dari seluruh kasus (Kemenkes RI, 2019). Kemoterapi
Oxaliplatin (FOLFOX) efektif untuk pengobatan CRC stadium II-III, namun
menyebabkan diare berat akibat disbiosis mikrobiota dan kerusakan mukosa usus.
Lactobacillus rhamnosus GG (LGG) berpotensi mengurangi diare melalui restorasi
mikrobiota, penguatan tight junction, dan modulasi imun. Namun, bukti spesifik
LGG pada CRC stadium II-III induksi Oxaliplatin masih terbatas.
Tujuan: Mengidentifikasi peran LGG dalam mengurangi kejadian dan keparahan
diare induksi Oxaliplatin pada pasien CRC stadium II-III.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review sesuai dengan
panduan PRISMA-ScR. Sumber data yang digunakan adalah original article
berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan tahun 2016-2025 pada basis
data PubMed, ScienceDirect, EBSCOhost, dan Google Scholar.
Hasil: Dua studi RCT (total 152 pasien CRC stadium II-III pasca-operasi)
menunjukkan probiotik multi-strain mengandung strain Lactobacillus efektif
mengurangi diare kemoterapi. Studi Zaharuddin et al. (2019) di Malaysia
melaporkan probiotik multi-strain berbasis Lactobacillus dan Bifidobacterium
(30×109 CFU) menurunkan sitokin pro-inflamasi dan diare grade II-III selama terapi
regimen XELOX tanpa infeksi. Studi Huang et al. (2023) di China menemukan
probiotik kombinasi strain Lactobacillus, Bifidobacterium, Enterococcus, dan
Bacilus menurunkan insidensi diare, abdominal pain, distensi, konstipasi, dan
memulihkan diversitas mikrobiota (Chao1).
Simpulan: Penggunaan probiotik multi-strain pasca operasi pada pasien CRC
stadium non-metastatik yang menerima kemoterapi berbasis Oxaliplatin
cenderung aman dan berpotensi menurunkan insidensi serta keparahan diare,
memperbaiki profil inflamasi, dan membantu pemulihan disbiosis usus, meskipun
besar efeknya tidak sepenuhnya konsisten antar studi yang dianalisis.
Collections
- Medical Education [2953]
