• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Peran Lactobacillus Rhamnosus GG dalam mengurangi Diare Induksi Oxaliplatin pada Pasien Kanker Kolorektal Stadium II-III: A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    22711179.pdf (4.264Mb)
    Date
    2026
    Author
    Muhammad, Fahrian Ahwaz Safa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Kanker kolorektal (CRC) merupakan kanker ketiga terbanyak di dunia (10% kasus) dan penyebab kematian kedua di dunia (WHO). Di Indonesia, insidensi kanker kolorektal adalah 12,8 per 100.000 penduduk berusia dewasa dengan mortalitas 9,5% dari seluruh kasus (Kemenkes RI, 2019). Kemoterapi Oxaliplatin (FOLFOX) efektif untuk pengobatan CRC stadium II-III, namun menyebabkan diare berat akibat disbiosis mikrobiota dan kerusakan mukosa usus. Lactobacillus rhamnosus GG (LGG) berpotensi mengurangi diare melalui restorasi mikrobiota, penguatan tight junction, dan modulasi imun. Namun, bukti spesifik LGG pada CRC stadium II-III induksi Oxaliplatin masih terbatas. Tujuan: Mengidentifikasi peran LGG dalam mengurangi kejadian dan keparahan diare induksi Oxaliplatin pada pasien CRC stadium II-III. Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review sesuai dengan panduan PRISMA-ScR. Sumber data yang digunakan adalah original article berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan tahun 2016-2025 pada basis data PubMed, ScienceDirect, EBSCOhost, dan Google Scholar. Hasil: Dua studi RCT (total 152 pasien CRC stadium II-III pasca-operasi) menunjukkan probiotik multi-strain mengandung strain Lactobacillus efektif mengurangi diare kemoterapi. Studi Zaharuddin et al. (2019) di Malaysia melaporkan probiotik multi-strain berbasis Lactobacillus dan Bifidobacterium (30×109 CFU) menurunkan sitokin pro-inflamasi dan diare grade II-III selama terapi regimen XELOX tanpa infeksi. Studi Huang et al. (2023) di China menemukan probiotik kombinasi strain Lactobacillus, Bifidobacterium, Enterococcus, dan Bacilus menurunkan insidensi diare, abdominal pain, distensi, konstipasi, dan memulihkan diversitas mikrobiota (Chao1). Simpulan: Penggunaan probiotik multi-strain pasca operasi pada pasien CRC stadium non-metastatik yang menerima kemoterapi berbasis Oxaliplatin cenderung aman dan berpotensi menurunkan insidensi serta keparahan diare, memperbaiki profil inflamasi, dan membantu pemulihan disbiosis usus, meskipun besar efeknya tidak sepenuhnya konsisten antar studi yang dianalisis.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62682
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV