Analisis Senyawa Ftalat pada Produk Parfum Berbentuk Gel Menggunakan Metode KCKT-UV dan Estimasi Paparannya pada Manusia
Abstract
Terdapat berbagai macam parfum yang beredar di pasaran, salah satunya adalah parfum berbentuk gel. Dietil ftalat (DEP) dan dibutil ftalat (DBP) merupakan jenis senyawa ftalat yang dapat ditemukan pada produk kosmetik, seperti parfum. Paparan DEP dan DBP dalam kadar tinggi dan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan endokrin dan toksisitas reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa ftalat dalam parfum serta kadar estimasi paparannya menggunakan metode analisis yang efektif, efisien, dan memiliki verifikasi metode yang baik.Metode yang digunakan adalah Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan detektor UV pada panjang gelombang 230 nm. Fase gerak yang digunakan berupa campuran akuabidestilata, asetonitril, 2-propanol, dan metanol dengan perbandingan (30:45:20:5), menggunakan kolom C18 (150 mm × 4,6 mm) 5 µm (Sunfire®). Hasil kromatogram menunjukkan bahwa sampel mengandung senyawa DEP, tetapi tidak mengandung DBP, yang dibuktikan dengan tidak adanya waktu retensi yang serupa dengan standar DBP.Hasil verifikasi menunjukkan bahwa metode analisis telah memenuhi kriteria AOAC dengan linearitas sebesar 0,99, nilai RSD sebesar 2,75%, dan akurasi antara 79,96%–97,70%. Kadar rata-rata DEP pada sampel berkisar antara 563,55 mg/kg produk hingga 606,06 mg/kg produk. Analisis estimasi paparan harian manusia terhadap ftalat pada parfum menunjukkan nilai sebesar 0,10 µg/kg/hari. Batas aman DEP yang ditetapkan oleh ATSDR adalah 7000 µg/kg/hari. Berdasarkan perhitungan Margin of Safety (MoS), nilai DEP pada sampel berkisar antara 19800,10–21293,61 atau lebih dari 100, sehingga sampel dinilai masih berada dalam batas aman untuk digunakan.
Collections
- New Submissions [146]
