Show simple item record

dc.contributor.authorNabilah, Faza
dc.date.accessioned2026-05-18T06:18:03Z
dc.date.available2026-05-18T06:18:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62674
dc.description.abstractPasca perang Afghanistan dan penarikan pasukan Amerika Serikat pada tahun 2021, budaya patriarki yang dominan di Afghanistan telah diperburuk oleh rezim Taliban, yang secara signifikan membatasi peran dan hak perempuan dalam masyarakat. Penelitian ini menganalisis upaya UN Women dalam mendorong implementasi poin ke-5 SDGs (Kesetaraan Gender) di Afghanistan periode 2021- 2025 dengan menggunakan teori Organisasi Internasional dari Jutta Joachim, Bob Reinaldi, dan Bertjan Verbeek. UN Women menerapkan tiga pendekatan utama; pendekatan normatif (advokasi norma internasional), pendekatan manajerial (program pemberdayaan dan kerja sama lokal), serta pendekatan enforcement (naming and shaming atas kebijakan diskriminatif Taliban). Melalui analisis kualitatif terhadap dokumen resmi, laporan PBB, dan sumber berita, penelitian menunjukkan bahwa meskipun dibatasi kondisi politik, strategi UN Women efektif menjaga isu gender tetap menjadi agenda global dan memberikan bantuan nyata bagi perempuan Afghanistan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAfghanistanen_US
dc.subjectImplementasi Organisasi Internasionalen_US
dc.subjectPerempuanen_US
dc.subjectSDGs Poin 5en_US
dc.subjectTalibanen_US
dc.subjectUN Womenen_US
dc.titleUpaya UN Women Dalam Implementasi Poin Ke-5 SDGs Pasca Perang Afghanistan pada Tahun 2021-2025en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323137


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record