| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kanker payudara merupakan kanker dengan insidensi tertinggi pada
perempuan dan masih sering terdiagnosis pada stadium lanjut akibat rendahnya
deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode sederhana
yang dapat dilakukan secara mandiri, namun praktiknya pada perempuan usia
produktif masih belum optimal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kesadaran
mengenai kanker payudara dengan praktik SADARI pada perempuan usia produktif
di Universitas Islam Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik
convenience sampling pada 106 responden perempuan usia 18 hingga 53 tahun.
Instrumen terdiri dari kuesioner BCAS-I dan kuesioner perilaku SADARI. Analisis data
dilakukan menggunakan SPSS dengan analisis univariat dan analisis bivariat
menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang
tinggi (62,3%), namun praktik SADARI masih didominasi kategori kurang (63,2%).
Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan
kesadaran dengan praktik SADARI (p=0.000; OR=2.298; CI 95% 1.728–3.057),
menandakan bahwa responden dengan pengetahuan dan kesadaran tinggi memiliki
peluang lebih besar untuk melakukan SADARI secara baik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan kesadaran
mengenai kanker payudara dengan praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
pada perempuan usia produktif di Universitas Islam Indonesia. | en_US |