Analisis Faktor Kepatuhan Pengobatan TLD (Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir) Pada Pasien HIV/AIDS di RSUD Nunukan
Abstract
Latar Belakang : Kepatuhan terhadap pengobatan antiretroviral (ARV)
merupakan faktor utama dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS karena berperan
dalam menekan viral load dan mencegah terjadinya resistensi obat. Regimen TLD
(Tenofovir, Lamivudine, dan Dolutegravir) direkomendasikan sebagai terapi lini
pertama karena efektivitas dan tolerabilitasnya yang baik. Namun, tingkat
kepatuhan pasien terhadap terapi TLD masih dipengaruhi oleh berbagai faktor
individu, sosial, dan klinis.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan
pengobatan TLD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan
kepatuhan pengobatan TLD pada pasien HIV/AIDS di RSUD Nunukan.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek
penelitian adalah 21 pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi TLD di RSUD
Nunukan dan dipilih dengan teknik total sampling. Penelitian menggunakan pill
count untuk mengukur tingkat kepatuhan. Faktor-faktor yang memengaruhi
kepatuhan dinilai menggunakan kuesioner ACTG (AIDS Clinical Trials Group).
Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Fisher’s
Exact.
Hasil : Sebanyak 21 pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi TLD di RSUD
Nunukan menjadi responden penelitian. Berdasarkan pengukuran menggunakan
pill count, 61,9% responden tergolong patuh (≥95%), sedangkan 38,1% tidak
patuh. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara usia,
tingkat pendidikan, lama pengobatan, dukungan keluarga, akses fasilitas
kesehatan, dan faktor keyakinan dengan kepatuhan pengobatan. Sebaliknya, jenis
kelamin, status ekonomi, dan efek samping obat tidak menunjukkan hubungan
bermakna. Alasan utama ketidakpatuhan adalah persepsi terlalu banyak obat yang
harus diminum, kekhawatiran sosial, dan jarak tempat berobat yang jauh.
Simpulan : Sebagian besar pasien HIV/AIDS di RSUD Nunukan tergolong patuh
terhadap pengobatan TLD berdasarkan pill count. Kepatuhan dipengaruhi oleh
faktor demografis, sosial, dan klinis, terutama usia, tingkat pendidikan, lama
pengobatan, dukungan keluarga, akses fasilitas kesehatan, dan keyakinan
terhadap terapi.
Collections
- Medical Education [2953]
