• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Faktor Kepatuhan Pengobatan TLD (Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir) Pada Pasien HIV/AIDS di RSUD Nunukan

    Thumbnail
    View/Open
    22711176.pdf (2.833Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramli, Dian Alifiah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang : Kepatuhan terhadap pengobatan antiretroviral (ARV) merupakan faktor utama dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS karena berperan dalam menekan viral load dan mencegah terjadinya resistensi obat. Regimen TLD (Tenofovir, Lamivudine, dan Dolutegravir) direkomendasikan sebagai terapi lini pertama karena efektivitas dan tolerabilitasnya yang baik. Namun, tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi TLD masih dipengaruhi oleh berbagai faktor individu, sosial, dan klinis. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pengobatan TLD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan TLD pada pasien HIV/AIDS di RSUD Nunukan. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 21 pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi TLD di RSUD Nunukan dan dipilih dengan teknik total sampling. Penelitian menggunakan pill count untuk mengukur tingkat kepatuhan. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dinilai menggunakan kuesioner ACTG (AIDS Clinical Trials Group). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil : Sebanyak 21 pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi TLD di RSUD Nunukan menjadi responden penelitian. Berdasarkan pengukuran menggunakan pill count, 61,9% responden tergolong patuh (≥95%), sedangkan 38,1% tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara usia, tingkat pendidikan, lama pengobatan, dukungan keluarga, akses fasilitas kesehatan, dan faktor keyakinan dengan kepatuhan pengobatan. Sebaliknya, jenis kelamin, status ekonomi, dan efek samping obat tidak menunjukkan hubungan bermakna. Alasan utama ketidakpatuhan adalah persepsi terlalu banyak obat yang harus diminum, kekhawatiran sosial, dan jarak tempat berobat yang jauh. Simpulan : Sebagian besar pasien HIV/AIDS di RSUD Nunukan tergolong patuh terhadap pengobatan TLD berdasarkan pill count. Kepatuhan dipengaruhi oleh faktor demografis, sosial, dan klinis, terutama usia, tingkat pendidikan, lama pengobatan, dukungan keluarga, akses fasilitas kesehatan, dan keyakinan terhadap terapi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62665
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV