• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Derajat Keparahan Pasien Dewasa Demam Berdarah Dengue di RSUD Sawahlunto

    Thumbnail
    View/Open
    22711102.pdf (12.07Mb)
    Date
    2026
    Author
    Larisa, Mutiara
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Secara global, angka kejadian dengue terus meningkat dan Indonesia masih termasuk negara dengan beban kasus yang tinggi, termasuk Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Sawahlunto yang memiliki insidens DBD yang tinggi. Tingginya kejadian DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan iklim yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, serta faktor host seperti usia, jenis kelamin, dan status gizi. Status gizi yang dinilai melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan dalam respons imun dan proses inflamasi yang dapat memengaruhi derajat keparahan DBD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan derajat keparahan pasien dewasa Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sawahlunto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Data yang dikumpulkan menggunakan rekam medis RSUD Kota Sawahlunto pada pasien dewasa yang didiagnosis DBD dan menjalani perawatan inap periode tahun 2022–2023. Derajat keparahan DBD dikategorikan berdasarkan kriteria WHO tahun 1997. IMT ditentukan berdasarkan batas ambang nasional Permenkes tahun 2014. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada SPSS 23. Hasil: Dari seluruh pasien yang diteliti, mayoritas pasien memiliki IMT normal (57,1%), diikuti kategori gemuk (21,4%), kurus (11,9%), dan obesitas (9,5%). Pasien dengan IMT normal lebih banyak ditemukan pada DBD derajat I, sedangkan pasien dengan IMT abnormal cenderung lebih banyak pada DBD derajat II. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara IMT dan derajat keparahan DBD (p = 0,018) dengan nilai Odds Ratio 4,714 (95% CI: 1,225–17,706). Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat hubungan antara IMT dengan derajat keparahan pasien dewasa DBD di RSUD Kota Sawahlunto.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62664
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV