• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Identifikasi Potensi Bahaya Serta Perbaikan Menggunakan Metode Hazop dan AHP di Stasiun Ketel (Studi Kasus: PT Madubaru (PG-PS) Madukismo)

    Thumbnail
    View/Open
    21522368.pdf (2.057Mb)
    Date
    2026
    Author
    Mastur, Muhammad Iclasul Amal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Stasiun ketel merupakan salah satu unit proses yang memiliki tingkat risiko tinggi dalam industri gula karena melibatkan tekanan, temperatur, dan kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP), menelusuri akar penyebab risiko melalui Fault Tree Analysis (FTA), serta menentukan prioritas rekomendasi pengendalian dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan di Stasiun Ketel PT Madubaru (PG-PS) Madukismo dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta telaah dokumen. Hasil identifikasi HAZOP menunjukkan bahwa node lingkungan kerja menjadi node dengan risiko tertinggi dan masuk kategori very high, dengan deviasi berupa paparan panas ekstrem, bising, dan debu. Dampak yang ditimbulkan meliputi dehidrasi, kelelahan (fatigue), gangguan pendengaran dan pernapasan, serta penurunan performa kerja. Analisis FTA menunjukkan bahwa gangguan kesehatan pekerja tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, tetapi merupakan akumulasi dari kegagalan teknis (kurangnya alat peredam panas dan sirkulasi udara buruk), faktor lingkungan, dan faktor manajerial. Alternatif pengendalian kemudian diprioritaskan menggunakan metode AHP dengan tiga kriteria utama, yaitu pengendalian administrasi, engineering, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Hasil pembobotan menunjukkan bahwa pengendalian administrasi memiliki bobot prioritas tertinggi (0,445), diikuti rekayasa teknis (0,345), dan APD (0,210). Dengan demikian, upaya mitigasi sebaiknya difokuskan pada penyusunan prosedur kerja, inspeksi dan monitoring berkala, serta perbaikan sistem ventilasi dan peredam panas untuk mendukung keselamatan kerja yang berkelanjutan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62656
    Collections
    • Industrial Engineering [2915]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV