| dc.description.abstract | Latar Belakang: Fenomena toxic productivity semakin banyak ditemukan pada
remaja di era digital, khususnya pada remaja pertengahan. Hal ini ditandai dengan
dorongan berlebihan untuk selalu produktif hingga mengabaikan kebutuhan
istirahat dan kesejahteraan diri. Tekanan sosial, terutama dari media sosial dan
lingkungan akademik yang kompetitif, membuat remaja lebih rentan mengalami
stres, kelelahan emosional, dan gangguan kognitif seperti penurunan konsentrasi.
Kondisi ini berpotensi mengganggu proses belajar dan perkembangan psikologis
remaja, sehingga perlu dikaji secara ilmiah.
Tujuan Penelitian: Mengetahui dan menganalisis hubungan antara toxic
productivity dengan gangguan konsentrasi pada remaja pertengahan di SMA
Negeri 1 Pakem.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
cross-sectional yang melibatkan 85 siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Pakem,
yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner IWAS-7 untuk mengukur toxic productivity dan SPPAHI
untuk menilai gangguan konsentrasi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji
Chi-Square dengan continuity correction untuk mengetahui hubungan antara
kedua variabel.
Hasil: Sebagian besar responden (63,5%) tidak termasuk kategori risiko tinggi
toxic productivity, sedangkan 36.5% menunjukkan risiko tinggi. Risiko tinggi
gangguan konsentrasi memiliki persentase 30,6% dan tidak berisiko gangguan
konsentrasi memiliki persentase 69,4%. Hasil uji Continuity correction
menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna
antara toxic productivity dengan gangguan konsentrasi. Odds ratio pada penelitian
ini yaitu 14,5.
Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat toxic productivity dan
gangguan konsentrasi pada remaja pertengahan di SMA Negeri 1 Pakem. | en_US |