Potensi Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Antihipertensi: Sebuah Studi Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Terapi hipertensi umumnya menggunakan obat kimiawi yang
berpotensi menimbulkan efek samping jika digunakan jangka panjang.
Pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam perlu terus dilakukan. Daun
kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid,
yang berpotensi memberikan efek antihipertensi dan kardioprotektif.
Tujuan: Meninjau dan memetakan bukti ilmiah mengenai potensi ekstrak daun
kelor (Moringa oleifera) sebagai agen antihipertensi berdasarkan penelitian
eksperimental in vivo.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Penelusuran
literatur dilakukan melalui basis data ScienceDirect, SCOPUS, PubMed, EBSCO,
Springer, ProQuest, dan Google Scholar dengan kata kunci “Moringa oleifera”,
“hypertension”, “blood pressure”, dan “antihypertensive”. Artikel yang disertakan
adalah penelitian eksperimental in vivo berbahasa Indonesia dan Inggris yang
dipublikasikan pada periode 2015–2025. Proses seleksi artikel mengikuti
pedoman PRISMA-ScR.
Hasil: Dari 1.037 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 4 artikel memenuhi kriteria
inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi
menurunkan tekanan darah pada model hewan hipertensi secara dosis-
dependent. Efek antihipertensi umumnya ditemukan pada dosis 200–600 mg/kg
berat badan, dengan dosis 600 mg/kg berat badan menunjukkan hasil paling
konsisten. Mekanisme yang dilaporkan meliputi aktivitas antioksidan,
antiinflamasi, vasodilatasi, dan modulasi kanal kalsium.
Kesimpulan: Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi sebagai agen
antihipertensi dan terapi komplementer dalam pengelolaan hipertensi. Namun,
diperlukan penelitian lanjutan, khususnya uji klinis pada manusia, untuk
memastikan efektivitas, keamanan, dan dosis optimal penggunaannya.
Collections
- Medical Education [2953]
