| dc.description.abstract | Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat utama di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi. Keberhasilan
pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh ketepatan pola penggunaan Obat Anti
Tuberkulosis (OAT) yang meliputi ketepatan jenis obat, dosis, dan lama pemberian
sesuai pedoman nasional. Evaluasi pola penggunaan OAT diperlukan untuk
memastikan terapi yang efektif, aman, serta mencegah terjadinya resistensi obat.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional).
Subjek penelitian adalah seluruh pasien TB paru dewasa rawat jalan di RSUD
Muntilan Kabupaten Magelang periode Januari–Desember 2024 yang memenuhi
kriteria inklusi, dengan metode total sampling. Data diperoleh dari rekam medis
pasien dan dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik pasien,
pola penggunaan OAT, serta ketepatan jenis obat, dosis, dan lama pengobatan.
Hasil: Jumlah sampel penelitian sebanyak 118 pasien. Mayoritas pasien berjenis
kelamin laki-laki (53,4%) dan berada pada kelompok usia 18–44 tahun (42,4%).
Sebanyak 114 pasien (96,6%) menggunakan OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis
Tetap (KDT) dengan regimen standar 2(RHZE)/4(HR), sedangkan 4 pasien (3,4%)
menggunakan obat lepas selama 9 bulan karena pertimbangan klinis. Seluruh
pasien (100%) mendapatkan ketepatan jenis obat, dosis, dan lama pengobatan
sesuai Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis. Hasil
pengobatan menunjukkan 32,2% pasien sembuh, 63,6% pengobatan lengkap,
dan 4,2% mengalami kegagalan pengobatan.
Kesimpulan: Pola penggunaan OAT pada pasien TB paru dewasa di Poli Rawat
Jalan RSUD Muntilan Kabupaten Magelang tahun 2024 telah sesuai dengan
pedoman nasional, ditunjukkan oleh ketepatan jenis obat, dosis, dan lama
pengobatan sebesar 100%. | en_US |