Pengendalian Kualitas Produksi untuk Menurunkan Jumlah Kecacatan Produk dengan Metode Six Sigma (Studi Kasus di PT. Madubaru)
Abstract
Six Sigma merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas dramatik dengan sasaran peningkatan kapabilitas proses untuk mencapai zero defect dan menghilangkan variasi yang ada. Metode ini digunakan peneliti di PT. Madubaru Pabrik Gula Madukismo yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur yang memproduksi Gula Kristal Putih Superior Head Sugar I (SHS I) sebagai produk utamanya. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT. Madubaru PG Madukismo saat ini adalah kualitas pada produk gulanya, tiap tahun selalu mendapatkan gula afkir atau gula yang cacat setelah proses produksi, jumlahnya pun sangat banyak yaitu hingga ratusan ton, seperti pada periode giling tahun 2015 didapatkan sebesar 2.743 kuintal. Pada penelitian ini, perhitungan dilakukan per bulan selama periode giling Mei-Oktober 2015 dan menggunakan data atribut serta variabel. Untuk data atribut hasil penelitian menunjukan nilai DPMO terbesar yaitu pada bulan Mei sebesar 17.628,34, nilai kapabilitas sigma tertinggi yang diperoleh yaitu pada bulan Agustus sebesar 5,01 sigma, sedangkan untuk data variabel didapatkan DPMO sebesar 36.525,27 dan sigma sebesar 3,29. Sementara hasil dari Indeks Kapabilitas Proses tertinggi yang diperoleh yaitu juga pada bulan Agustus dengan nilai untuk data atribut 0,999 sedangkan untuk data variabel Indeks Kapabilitas Proses (Cpm) sebesar 0,688, Indeks Performansi Kane (Cpk) sebesar 0,603, dan Indeks Kapabilitas Performansi Kane (Cpmk) sebesar 0,519, namun semua nilai Indeks Kapabilitas Proses dari data atribut maupun variabel dari Mei-Oktober adalah < 1 (Cp < 1), maka kapabilitas nya rendah, perlu perbaikan proses. Berdasarkan hasil pengendalian kualitas yang telah dilakukan, didapatkan tingkat DPMO yang masih tinggi dan tingkat Kapabilitas Sigma yang masih rendah, serta juga didapatkan tingkat kecacatan gula berwarna kekuningan sebagai cacat yang paling tinggi yaitu 956 Kuintal. Dalam penelitian ini juga dimasukkan data inventory, karena dalam hal ini inventory adalah bagian dari akibat adanya gula afkir. Berdasarkan metode Six Sigma dan tools di dalamnya yang telah diimplementasikan dalam penelitian ini, maka kebijakan utama yang harus dijalankan oleh perusahaan yaitu pada saat selesai giling dilakukan pembersihan, pengecekan dan perbaikan pada komponen mesin pada stasiun pemurnian dan penguapan.
Collections
- Industrial Engineering [2915]
