Hubungan Antara Tingkat Kesulitan Emosional dan Perilaku dengan Kualitas Hidup Anak Penyandang Disabilitas di SLB Negeri Kota Magelang
Abstract
Latar Belakang: Anak penyandang disabilitas berisiko mengalami kesulitan
emosional dan perilaku. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi fisik, sosial,
emosional, dan sekolah, sehingga berdampak pada kualitas hidup anak. Penelitian
mengenai hubungan kedua aspek ini pada siswa sekolah luar biasa masih terbatas
di Indonesia.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat kesulitan emosional dan
perilaku dengan kualitas hidup anak penyandang disabilitas di SLB Negeri Kota
Magelang.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional pada 59 anak siswa SLB Negeri Kota Magelang usia
6–17 tahun. Instrumen penelitian yaitu Strengths and Difficulties Questionnaire
(SDQ) untuk menilai tingkat kesulitan emosional dan perilaku serta Pediatric
Quality of Life Inventory (PedsQL) untuk menilai kualitas hidup. Analisis dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher Exact Test.
Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara kesulitan emosional dan perilaku
dengan kualitas hidup anak penyandang disabilitas (p-value < 0,05). Jenis kelamin
juga berhubungan dengan kualitas hidup (p-value < 0,05). Sementara itu, usia,
tingkat pendidikan, dan jenis disabilitas tidak menunjukkan hubungan bermakna
dengan kualitas hidup (p-value > 0,05).
Simpulan: Terdapat hubungan antara jenis kelamin, kesulitan emosional dan
perilaku dengan kualitas hidup anak penyandang disabilitas di SLB Negeri Kota
Magelang. Tidak terdapat hubungan antara usia, tingkat pendidikan, dan jenis
disabilitas dengan kualitas hidup anak penyandang disabilitas di SLB Negeri Kota
Magelang.
Collections
- Medical Education [2953]
