Show simple item record

dc.contributor.authorPasla, Melsy Diamer’s Dwi
dc.date.accessioned2026-05-18T03:00:00Z
dc.date.available2026-05-18T03:00:00Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62629
dc.description.abstractLatar Belakang: Asam urat adalah zat sisa hasil metabolisme purin yang sebagian besar disaring oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urine. Jika tubuh memproduksi asam urat dalam jumlah yang berlebihan atau ginjal tidak mampu mengeluarkannya dengan efektif, kadar asam urat dalam darah meningkat. Kondisi ini disebut hiperurisemia. Pengobatan hiperurisemia yang ada saat ini menggunakan allopurinol yang apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai efek samping, seperti hepatitis granulomatosa. Berdasarkan permasalahan tingginya risiko efek samping penggunaan obat antihiperurisemia jangka panjang, dibutuhkan pengobatan alternatif yang lebih aman dengan risiko efek samping minimal, yaitu daun murbei (Morus alba L.). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun murbei (Morus alba L.) sebagai antihiperurisemia berdasarkan penelitian-penelitian yang ada. Metode: Penelitian ini menggunakan scoping review dengan menganalisis artikel ilmiah yang diambil dari berbagai database seperti Pubmed, ScienceDirect, Springer Link, dan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2015-2025. Kriteria inklusi mencakup artikel original berbahasa indonesia atau inggris yang menjelaskan potensi ekstrak daun murbei (Morus alba L.) sebagai antihiperurisemia. Proses seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA-ScR. Hasil: Berdasarkan hasil skrining kriteria inklusi, didapatkan 5 artikel original yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil analisis kelima artikel tersebut menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat dengan dua mekanisme utama; yaitu menghambat pembentukan asam urat dan meningkatkan eksresi asam urat. Berdasarkan uji fitokimia daun murbei (Morus alba L.) didapatkan hasil kandungan senyawa flavonoid, asam fenolat, saponin, tanin, dan alkaloid yang berperan dalam mekanisme utama tersebut. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa daun murbei (Morus alba L.) memiliki potensi sebagai antihiperurisemia. Meskipun begitu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain studi yang lebih kuat untuk memahami dampak jangka panjang serta efektivitas berbagai potensi daun murbei (Morus alba L.).en_US
dc.titlePotensi Ekstrak Daun Murbei (Morus Alba L.) sebagai Antihiperurisemia: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711170


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record