• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Antropometri Terhadap Kekuatan Otot Tungkai dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Tukang Becak Konvensional di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    22711165.pdf (14.97Mb)
    Date
    2026
    Author
    Asmarani, Astrid
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang umum pada pekerja sektor informal, termasuk tukang becak konvensional. Aktivitas mengayuh yang repetitif, durasi kerja panjang, dan beban biomekanik berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah. Faktor antropometri dan kekuatan otot tungkai diduga memengaruhi respons tubuh terhadap beban kerja tersebut, namun hubungannya pada tukang becak masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antropometri dengan kekuatan otot tungkai serta kaitannya dengan keluhan MSDs pada tukang becak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan tukang becak laki-laki dewasa di Kota Yogyakarta yang dipilih melalui purposive dan consecutive sampling. Antropometri yang diukur meliputi lingkar paha, lingkar betis, serta tebal lipatan kulit paha dan betis. Kekuatan otot tungkai diukur menggunakan alat ukur kekuatan otot, sedangkan keluhan MSDs dinilai dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson sesuai distribusi data. Hasil:Terdapat hubungan bermakna antara lingkar paha dan lingkar betis dengan kekuatan otot tungkai (p < 0,05), sedangkan tebal lipatan kulit paha dan betis tidak menunjukkan hubungan signifikan (p > 0,05). Selain itu, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara variabel antropometri dengan skor keluhan MSDs (p > 0,05). Kesimpulan: Lingkar paha dan lingkar betis berhubungan signifikan dengan kekuatan otot tungkai, sedangkan tebal lipatan kulit paha dan betis tidak berhubungan signifikan dengan kekuatan otot tungkai. Selain itu, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara antropometri ekstremitas bawah dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tukang becak konvensional di DIY.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62623
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV