Evaluasi dan Perancangan Sasaran Strategis Terhadap Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balance Scorecard (BSC) dan Analythical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus Pada Industri Kecil Menengah Sogan Batik Rejodani)
Abstract
CV. Sogan Batik Rejodani merupakan industri kecil menengah (IKM) yang aktivitasnya berkaitan dengan pembuatan pakaian berbahan dasar batik cap dan batik tulis. Dalam aktivitas proses bisnisnya CV. SBR mengalami fluktuatif margin khususnya pada saat big season, margin yang diperoleh saat big season tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Hal ini sangat penting bagi perusahaan untuk segera di evaluasi karena naik dan turunnya tingkat pendapatan dapat berdampak pada keuangan perusahaan misalnya tingginya biaya overhead, biaya tenaga kerja langsung dan ketidakpastian pendapatan perusahaan itu sendiri. Evaluasi kinerja perusahaan menggunakan metode Balance Scorecard (BSC), Key Performance Indicator (KPI) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) karena dengan evaluasi kinerja yang tepat, menentukan indikator keberhasilan dan prioritas pengerjaan yang jelas dengan menggunakan metode tersebut dapat memberikan gambaran serta solusi kepada perusahaan tentang apa yang harus diukur supaya kinerja perusahaan dapat meningkat. Berdasarkan identifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya fluktuatif margin pada CV. SBR diantaranya adalah biaya operasional yang tinggi, pendapatan yang tidak stabil, pemanfaatan investasi yang belum optimal, jumlah pelanggan tidak meningkat, kepuasan pelanggan menurun, kapasitas produksi yang belum optimal, tingkat pemborosan yang tinggi, kualitas output yang belum terstandar dan SDM yang belum optimal. Dengan menggunakan metode BSC dan KPI dapat ditentukan sasaran strategis dengan target untuk kedepan diantaranya adalah pada perspektif finansial peningkatan pendapatan (65%), pemanfaatan investasi (100%) dan pembiayaan operasional (65%). Pada perspektif pelanggan peningkatan jumlah pelanggan (100%), perluasan jaringan pelanggan (100%) dan kepuasan pelanggan (100%). Pada perspektif proses bisnis internal penentuan kapasitas produksi (100%), penurunan tingkat pemborosan (21%), peningkatan kualitas output (0%). Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran pengembangan SDM (11 Juta/orang) dan produktivitas tenaga kerja (17 Juta/orang). Dengan menggunakan AHP prioritas utama untuk perbaikan yaitu peningkatan pendapatan (0,738), peningkatan jumlah pelanggan (0,559), penentuan kapasitas produksi (0,559) dan pengembangan SDM (0,833).
Collections
- Industrial Engineering [2908]
