| dc.description.abstract | Tanaman talok (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tumbuhan yang tersebar luas di Indonesia. Pemanfaatan tanaman talok terutama bagian daunnya belum banyak diketahui oleh masyarakat. Daun talok diketahui memiliki daya antioksidan yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit degeneratif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi antioksidan dari ekstrak dan fraksi daun talok serta jenis metabolit sekunder yang bertanggung jawab sebagai antioksidan. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode sonifikasi dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Serbuk diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuapkan hingga didapatkan ekstrak kering dengan rendemen 13,88%. Ekstrak dan fraksi daun talok diuji secara kualitatif menggunakan metode KLT dan kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Uji pendahuluan menunjukkan adanya aktivitas antioksidan pada plat KLT yang ditandai dengan bercak kuning berlatar belakang ungu setelah disemprot DPPH. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV - Vis menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan lebih besar dengan nilai IC50 4,98 ppm jika dibandingkan dengan fraksinya dengan nilai ICso berturut- turut pada fraksi F7, F6, F2, F5, F4, dan F3 yaitu 6,21; 7,17; 9,81; 11,78; 24,22 dan 26,11 ppm. Kuersetin sebagai pembanding senyawa flavonoid alami memiliki aktivitas antioksidan lebih besar dengan nilai ICso 2,70 ppm jika dibandingkan dengan ekstrak dan fraksinya. Hasil skrining fitokimia menggunakan KLT yang disemprot dengan pereaksi semprot golongan diketahui bahwa pada ekstrak dan fraksi daun talok mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid dan tannin. | en_US |