| dc.description.abstract | Sistem cold chain (rantai dingin) vaksin merupakan sistem pendistribusian dan penyimpanan vaksin pada suhu antara 2°C hingga 8°C untuk menjaga mutu dan kualitas vaksin. Pelaksanaan sistem cold chain vaksin masih sering terjadi penyimpangan. Tujuan penelitian adalah mengetahui kesesuaian sistem cold chain vaksin di Puskesmas Ponjong I dan Puskesmas Semanu I Kabupaten Gunungkidul dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) tahun 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Republik Indonesia Nomor 42 tahun 2013. Metode penelitian merupakan observasional deskriptif yang diperoleh secara observasi dan wawancara selama bulan Januari-Maret 2017 dengan metode purposive sampling. Penelitian menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi dan wawancara. Data kuantitatif diperoleh dari data penggunaan vaksin. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode triangulasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah sistem cold chain vaksin di Puskesmas Ponjong I sudah sesuai dengan pedoman CDOB dan PMK, sedangkan Puskesmas Semanu I belum sesuai dengan pedoman CDOB dalam hal fasilitas. Hasil pengelolaan vaksin di Puskesmas Ponjong I dan Puskesmas Semanu I belum baik berdasarkan indikator kualitas vaksin berturut-turut yaitu tingkat ketersediaan vaksin tertinggi adalah 24,18 bulan pada vaksin DT (Difteri Tetanus) dan 16,09 bulan pada Polio (IPV), persentase rata-rata waktu kekosongan vaksin sebesar 2,12% dan 23%, persentase stok mati sebesar 37,5% dan 0%, total persentase vaksin rusak/kadaluarsa sebesar 2,62% dan 1,34%, kesesuaian suhu dengan pedoman sudah sesuai, dan persentase kesesuaian penyimpanan vaksin sesuai dengan kondisi FEFO (First Expired First Out) keduanya 100%. | en_US |