| dc.description.abstract | Prosedur penyucian najis mughallazah mengharuskan penggunaan tanah, pasir atau tanah liat pada salah satu dari 7 kali pembilasannya. Namun cara tersebut tidak cukup praktis dalam kehidupan yang moderen. Diperlukan pengembangan formulasi penyuci najis yang mengandung tanah agar lebih praktis seperti sediaan Self Foaming Clay Soap (SFCS). Tanah liat yang digunakan adalah kaolin karena memiliki kemampuan absorbsi yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimasi pengembangan formula Self Foaming Clay Soap (SFCS) yang mengandung kaolin (SFCS-kaolin) dengan menggunakan desain faktorial. Dalam desain ini variabel independen yang ditandai dengan simbol (X) yaitu clay kaolin (X1,%), sodium lauril sulfat (X2,%), amilite (X3,%) dan betain (X4,%). Dan variabel dependen yang ditandai dengan simbol (Y) yaitu daya buih (Y1,%), viskositas (Y2,%) dan zeta potensial (Y3,%). Data eksperimen dianalisis dengan uji statistik (ANOVA) untuk menentukan adanya hubungan regresi polinomial antara keseluruhan variabel independen terhadap respon. Model yang signifikan (P<0,05) yang diperoleh dari data eksperimen yaitu pada respon viskositas (0,0048) dan zeta potensial (0,0349). Hasil optimasi formula
menunjukkan bahwa komposisi kaolin 4,28 %, sodium lauril sulfat (SLS) 2,85 %, amilite 1,00 %, betain 1,00 % dan memiliki karakteristik daya buih 10,76 ± 0,2 cm, viskositas 117,46 ± 1,17 cP, zeta potensial -74,34 ± 17,69 mV dan nilai pH 6,58 ± 0,02. Uji organoleptis dari SFCS Kaolin yaitu menghasilkan tekstur yang sedikit encer, berwarna putih dan beraroma lemon. Dapat disimpulkan bahwa optimasi pengembangan formula SFCS-kaolin dapat menggunakan desain
faktorial. | en_US |