Show simple item record

dc.contributor.authorNurhidayati
dc.date.accessioned2026-05-13T07:43:34Z
dc.date.available2026-05-13T07:43:34Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62584
dc.description.abstractPenyimpanan dan distribusi vaksin harus dilakukan pada suhu dan kondisi yang tepat agar memberikan manfaat yang optimal pada program imunisasi. Proses distribusi dan penyimpanan vaksin memerlukan pengelolaan sistem cold chain. Pelaksanaan sistem cold chain pada pelayanan imunisasi di Puskesmas Kota Makasar terdapat penyimpangan, yaitu lemari es tidak khusus menyimpan vaksin, pemantauan suhu yang kurang baik dan perlengkapan cold chain yang belum memadai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesesuaian sistem cold chain vaksin dengan pedoman CDOB tahun 2012 dan PMK Nomor 42 tahun 2013, serta mengetahui kualitas pengelolaan vaksin di Puskesmas Mantrijeron dan Puskesmas Kraton Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jenis vaksin yang diteliti dalam penelitian ini meliputi vaksin BCG, campak, DPT/HB/HiB, DT, HB uniject, polio (IPV), Td dan TT. Data kualitatif diperoleh dari lembar ceklist observasi dan data kuantitatif diperoleh dari wawancara dan data penggunaan vaksin di puskesmas. Ceklist observasi dan wawancara bersumber dari pedoman CDOB tahun 2012 dan PMK Nomor 42 tahun 2013. Hasil dari penelitian mendapatkan sistem cold chain vaksin di Puskesmas Mantrijeron dan Puskesmas Kraton sudah sesuai pada personil dan pendistribusian, namun belum sepenuhnya sesuai pada penerimaan, penyimpanan, pencatatan, fasilitas dan pemeliharaan. Kualitas pengelolaan vaksin di Puskesmas Mantrijeron dan Kraton berturut-turut berdasarkan indikator nilai tingkat ketersediaan vaksin berkisar 12,656-18,5 bulan dan 12-21,191 bulan, persentase waktu kekosongan vaksin di kedua puskesmas 16,712% pada vaksin Polio (IPV), persentase stok mati 0% dan 16,667%, total persentase vaksin yang rusak/kadaluarsa 1,837% dan 30,782%, suhu penyimpanan vaksin di kedua puskesmas telah sesuai dengan ketentuan suhu sistem cold chain vaksin, dan persentase kesesuaian penyimpanan vaksin dengan kondisi FEFO sebesar 100% dan 80% untuk vaksin TT.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectVaksin,en_US
dc.subjectcold chain,en_US
dc.subjectpuskesmas Kota Yogyakarta.en_US
dc.titleEvaluasi Sistem Cold Chain pada Vaksin di Puskesmas Mantrijeron dan Puskesmas Kraton Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM13613179


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record