Show simple item record

dc.contributor.authorFaradita, Muhammad Aldiyan
dc.date.accessioned2026-05-13T06:52:30Z
dc.date.available2026-05-13T06:52:30Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/62579
dc.description.abstractDaun singkong karet (Manihot glaziovii) merupakan tanaman obat yang belum banyak dimanfaatkan di Indonesia. Senyawa flavonoid menjadi senyawa aktif dalam ekstrak daun singkong karet yang memiliki kelarutan baik dalam air. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembentukan nanopartikel emas adalah proses biosintesis ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan preparasi dan karakterisasi nanopartikel emas menggunakan ekstrak daun singkong karet yang mengandung senyawa flavonoid. Observasi perubahan warna dilakukan secara visual. Waktu pembentukan nanopartikel emas dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Ukuran partikel dianalisis menggunakan Particle Size Analyzer (PSA), morfologi nanopartikel diamati menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), sedangkan profil gugus fungsi nanopartikel dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel emas yang dihasilkan melalui proses biosintesis ramah lingkungan mengalami perubahan warna dari kuning menjadi merah ungu. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh berada pada rentang 500–550 nm, yaitu pada 532 nm. Ukuran partikel yang dihasilkan sebesar 58,63 nm dengan bentuk nanopartikel berupa spherical (bulat). Selain itu, dalam proses pembentukan nanopartikel tidak ditemukan gugus fungsi yang berbeda secara signifikan yang berperan dalam pembentukan nanopartikel emas.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkstrak singkong karet, nanopartikel emas, biosintesis.en_US
dc.titlePreparasi dan Karakterisasi Nanopartikel Emas Ekstrak Daun Singkong Karet (Manihot glaziovii) dengan Proses Biosintesis Ramah Lingkunganen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record