Hubungan Antara Tingkat Adiksi Internet dengan Kejadian Burnout Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Penggunaan internet yang semakin meningkat pada mahasiswa,
khususnya mahasiswa kedokteran, berpotensi menimbulkan adiksi internet yang
dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental, salah satunya burnout.
Burnout pada mahasiswa kedokteran merupakan masalah penting karena
berkaitan dengan kesejahteraan psikologis dan performa akademik.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat adiksi internet dengan kejadian
burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain
cross-sectional. Subjek penelitian adalah 98 mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia tahun akademik 2024/2025 yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Tingkat adiksi internet diukur menggunakan Young’s Internet
Addiction Test (YIAT), sedangkan burnout diukur menggunakan Maslach Burnout
Inventory–Student Survey (MBI-SS). Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta perhitungan Odds Ratio (OR).
Hasil: Prevalensi adiksi internet tinggi pada responden sebesar 32,7%, sedangkan
prevalensi burnout sebesar 33,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi internet dengan kejadian burnout
(p = 0,017). Mahasiswa dengan tingkat adiksi internet tinggi memiliki risiko 2,88
kali lebih besar untuk mengalami burnout dibandingkan mahasiswa dengan tingkat
adiksi internet rendah (OR = 2,88; CI 95%: 1,19–6,99).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi internet
dengan kejadian burnout pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Indonesia.
Collections
- Medical Education [2958]
