Pengaruh Kombinasi Lari Intensitas Sedang dan Latihan Beban Terhadap Pencegahan Sarkopenia Pada Lansia : A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Sarkopenia pada lansia ditandai penurunan progresif massa,
kekuatan, dan fungsi otot yang meningkatkan risiko jatuh serta ketergantungan
fisik. Latihan fisik adalah intervensi utama, namun efektivitas kombinasi lari
intensitas sedang dan latihan beban (concurrent training) dibanding modalitas
tunggal perlu disintesis lebih lanjut.
Tujuan: Penelitian ini meninjau literatur mengenai pengaruh kombinasi lari
intensitas sedang dan latihan beban terhadap pencegahan sarkopenia pada
lansia, meliputi parameter massa, kekuatan, dan performa otot.
Metode: Penelitian menggunakan metode Scoping Review pedoman PRISMA-
ScR pada basis data PubMed, ScienceDirect, EBSCOhost, dan Google Scholar.
Kriteria inklusi: artikel original research desain Randomized Controlled Trial (RCT),
terbit 2016–2025, berbahasa Inggris, dan subjek lansia (≥60 tahun).
Hasil: Lima artikel RCT dianalisis. Hasil menunjukkan intervensi kombinasi lari dan
latihan beban (concurrent training) berdampak positif signifikan. Latihan ini
meningkatkan total lean body mass (+1 kg) dan massa otot apendikular dibanding
aerobik tunggal. Kombinasi lari intensitas sedang dan latihan beban efektif
meningkatkan kekuatan genggaman tangan, kaki, serta mencegah dinapenia.
Pendekatan multikomponen ini juga meningkatkan kemampuan fungsional sit-to-
stand (8,59 menjadi 7,27 detik) dan keseimbangan dinamis (effect size, d=0,96),
mengindikasikan perbaikan kemandirian lansia.
Simpulan: Berdasarkan analisis mendalam terhadap lima studi Randomized
Controlled Trial (RCT), dapat disimpulkan bahwa kombinasi lari intensitas sedang
dan latihan beban (concurrent training) merupakan strategi preventif yang efektif
dan aman untuk mencegah sarkopenia pada lansia. Intervensi ini memberikan
dampak positif yang signifikan secara simultan terhadap seluruh parameter
sarkopenia.
Collections
- Medical Education [2860]
