| dc.description.abstract | Latar belakang: Stunting masih menjadi salah satu permasalahn kesehatan
utama di Indonesia, terutama pada balita. Rendahnya pengetahuan pengasuh
mengenai gizi, pola asuh, serta pencegahan stuning berkontribusi terhadap
tingginya angka kejadian stunting di berbagai wilayah, termasuk Kota Banjar.
Media edukasi berbasih video merupakan salah satu alternative penyampaian
infromasi yang dinilai lebih mudah dipahami, menarik dan efektif dalam
meningkatkan pengetahuan masyarakat. Oleh kaena itu, diperlkan penelitian
untuk mengetahui pengaruh video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan
pengasuh balita mengenai pencegahan stunting.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh media video edukasi dalam
meningkatkan pengetahuan pengasuh balita mengenai pencegahan stunting di
Puskesmas Banjar 3
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan
pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 51 pengasuh balita
yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan pengasuh diukur sebelum
dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data
menggunakan uji Wilcoxon signed rank test karena data tidak berdistribusi normal.
Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan pengasuh setelah diberikan intervensi
media video edukasi. uji Wilcoxon menujukan nilai Z = 4,245 dengan p < 0,001
yang menandakan adanya perubahan skor pengetahuan yang signifikan setelah
intervensi. Tidak ditemukan responden yang mengalami penurunan skor
pengetahuan.
Kesimpulan: Media video edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan
pengasuh balita tentang pencegahan stunting di Puskesmas Banjar 3. Edukasi
audiovisual dapat menjadi salah satu metode alternatif yang dapat diterapkan
secara rutin dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan pemahman
pengasuh dalam upaya pencegahan stunting. | en_US |