| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pesatnya industrialisasi di sektor manufaktur pada industri tekstil dapat meningkatkan risiko Penyakit Akibat Kerja (PAK), salah satunya Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) yang menyumbang sekitar 50% kasus. Masalah ini diperparah dengan tingginya prevalensi dermatitis di Indonesia sekitar 6,8%. Kejadian tersebut juga dapat dialami oleh mahasiswa Prodi Rekayasa Tekstil UII selama kegiatan praktikum akibat paparan bahan kimia. Risiko DKI ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti personal hygiene dan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene dan penggunaan APD terhadap kejadian DKI pada mahasiswa Prodi Rekayasa Tekstil UII. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan penggunaan APD terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada mahasiswa Prodi Rekayasa Tekstil UII. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 39 mahasiswa Prodi Rekayasa Tekstil UII. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar checklist yang diserbakan melalui Google Form. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 23.0. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa 12 dari 39 mahasiswa mengalami kejadian dermatitis kontak iritan. Data yang telah dianalisis menujukkan hubungan personal hygiene terhadap kejadian dermatitis kontak iritan memiliki nilai p value sebesar 0,008 (p < 0,05; OR = 7,125; 95% CI = 1,519-33,430. Sedangkan, pada analisis penggunaan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada mahasiswa Prodi Rekayasa Tekstil memiliki nilai p value 0,016 (p < 0,05; OR 6,000; 95% CI = 1,296-27,769). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene dan penggunaan APD terhadap kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada mahasiswa Prodi Rekayasa Tekstil UII. | en_US |