Hubungan Strategi Coping dan Psychological Well-being Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran memiliki stresor multifaktorial dan
komplek sehingga prevalensi stres cukup tinggi. Strategi coping merupakan upaya
untuk mengelola tuntutan stres tersebut. Strategi coping meliputi problem focused,
emotion focused dan dysfunctional coping. Kemampuan coping yang efektif dapat
digunakan untuk mencapai tingkat kesejahteraan psikologis (psychological well-
being) yang optimal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara strategi coping dan
psychological well-being mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa Fakultas Kedokteran
UII Program Studi Sarjana. Terdapat 256 responden yang memenuhi kriteria
inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi. Data penelitian diperoleh dari
pengisian kuesioner Brief COPE dan Ryff’s Psychological well-being yang telah
diadaptasi dalam Bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat serta
analisis bivariat menggunakan uji Spearman.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi coping yang sering digunakan
adalah problem-focused coping (mean = 3,125) dan emotion-focused coping
(mean = 3,156), sedangkan yang jarang digunakan adalah dysfunctional coping
(mean = 2,139). Distribusi tingkat psychological well-being menunjukkan 239
mahasiswa (93,4%) memiliki tingkat psychological well-being sedang, 15
mahasiswa (5,9%) tingkat tinggi, dan 2 mahasiswa (0,8%) tingkat rendah.
Hubungan antara strategi coping dan psychological well-being menunjukkan
hubungan yang signifikan (p<0,05) dengan rincian problem-focused coping dan
psychological well-being (r=0,297), emotion-focused coping dan psychological
well-being (r=0,271), serta dysfunctional coping dan psychological well-being
(r=0,447).
Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara strategi coping dan
psychological well-being. Variabel perancu berupa usia, jenis kelamin, dan tahun
angkatan tidak berhubungan signifikan terhadap psychological well-being.
Collections
- Medical Education [2860]
