| dc.description.abstract | Latar Belakang: Dalam rangka peningkatan dan perbaikan status gizi anak balita
di Magetan, khususnya di wilayah Puskesmas Taji, salah satu upaya dari
Pemerintah adalah dengan mengadakan program pemberian makanan tambahan
(PMT) balita. Program tersebut bertujuan untuk membiasakan anak untuk hidup
sehat demi kesehatan jangka panjang.
Tujuan Penelitian: Untuk mengukur keberhasilan program PMT balita perlu
adanya evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jalannya
program PMT balita di Puskesmas Taji Magetan yang sudah ditetapkan di petunjuk
teknis program oleh Kementrian Kesehatan, serta untuk mengetahui efektifitas dari
program tersebut.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis mixed methods, dengan
metode kualitatif untuk mengevaluasi pelaksanaan program PMT oleh Puskesmas
Taju dan kuantitatif untuk melihat perbedaan status gizi anak sebelum dan
sesudah intervensi PMT selama 56 hari. Informan dalam wawancara mendalam
adalah Kepala Puskesmas, Petugas Gizi Puskesmas, 2 Kader desa, serta 4 Ibu
Balita penerima PMT. Subjek penelitian kuantitatif adalah 95 balita dengan gizi
kurang penerima PMT yang diambil dengan total sampling, yakni seluruh peserta
PMT 2024. Pengumpulan data kualitatif dengan wawancara mendalam semi
terstruktur dan kuantitatif dengan uji statistik wilcoxon.
Hasil: Pada metode kualitatif menunjukkan bahwa pelaksanaan program PMT di
Puskesmas taji dilihat dari aspek input, process, dan output sudah dilaksanakan
dengan cukup baik. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu deperbaiki untuk
mendapatkan hasil yang maksimal seperti pengoptimalan dana desa untuk dana
transportasi kader, pengadaan penyuluhan yang rutin kepada ibu dan keluarganya
, penambahan variasi makanan, penetapan aturan kepada kader, dan pemantauan
berkala bagi balita gizi kurang. Sedangkan uji analisis pada metode kuantitatif
didapatkan pv 0.000 (< α 0,05) menujukkan adanya pengaruh antara pemberian
makanan tambahan terhadap status gizi balita berdasarkan Zscore BB/TB, BB/U,
dan TB/U. dengan 93,7% balita mengalami peningkatan pada indikator BB/TB,
95,7% balita pada indikator BB/U, dan 95,7% pada indikaor TB/U.
Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa program PMT memberikan dampak
positif terhadap perbaikan status gizi balita gizi kurang, namun efektivitasnya perlu
ditingkatkan melalui penguatan pelaksanaan teknis, sinergi lintas sektor dan
evaluasi variasi makanan. | en_US |