Show simple item record

dc.contributor.authorYulianti, Linda
dc.date.accessioned2026-05-13T04:39:33Z
dc.date.available2026-05-13T04:39:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uri20323208/123456789/62554
dc.description.abstractPenelitian ini mengkaji respons Polandia terhadap krisis migrasi di perbatasan Belarusia pada 2021–2022, dengan fokus pada proses sekuritisasi terhadap migran ilegal Timur Tengah di perbatasan Polandia Belarusia. Berdasarkan teori Philippe Bourbeau, analisis dilakukan terhadap dua dimensi: aspek institusional yang meliputi perubahan hukum, policy statement, dan peran media; serta praktik keamanan seperti pushback, pendirian tembok perbatasan, dan penahanan massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Polandia tidak hanya mengelola migrasi ilegal sebagai masalah administratif, tetapi secara sistematis mengonstruksinya sebagai ancaman eksistensial terhadap keamanan nasional, identitas budaya, dan stabilitas wilayah Uni Eropa. Dengan demikian, kebijakan yang diambil mencerminkan upaya untuk mengamankan kedaulatan melalui pendekatan represif yang dilegitimasi oleh wacana keamananen_US
dc.subjectSekuritisasi Migrasien_US
dc.subjectKebijakan Migrasien_US
dc.subjectMigran Timur Tengahen_US
dc.subjectPolandiaen_US
dc.subjectKeamananen_US
dc.titleSekuritisasi Migrasi Polandia terhadap Illegal Migrant Irak-suriah di Perbatasan Belarusia Tahun 2021-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323208


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record