| dc.description.abstract | Latar Belakang: Dalam periode kehamilan, diperlukan peningkatan asupan zat besi karena kehilangan basal zat besi selama kehamilan, sehingga pemberian tablet tambah darah (TTD) sangat dianjurkan. Namun, kepatuhan konsumsi TTD di Indonesia masih rendah, yang berdampak pada tingginya angka anemia pada ibu hamil dan risiko berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi dan panjang bayi lebih pendek. Permasalahan ini semakin kompleks pada ibu hamil yang tinggal di area slum, di mana kondisi lingkungan yang kumuh, padat penduduk, serta minimnya sarana kesehatan turut memperburuk status kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian tablet tambah darah dengan panjang dan berat badan bayi lahir di area slum. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode korelasional secara cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu faktor atau lebih faktor lain berdasarkan dengan koefisien korelasi Hasil: Berdasarkan sampel dari 40 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan hasil yang mengonsumsi pemberian tablet tambah darah cukup 37 orang (92,5%) dan yang tidak cukup 3 orang (7,5%). Panjang bayi normal 35 (87,5%) dan kurang 3 (12,5%). Dari hasil tersebut akan diuji menggunakan Fisher Exact Test dengan hasil p-value 0,036 Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil dengan panjang bayi lahir di area slum | en_US |