Menentukan Kebijakan Perawatan Lokomotif CC201 Menggunakan Reliability Centered Maintenance di PT KAI DAOP VI Yogyakarta
Abstract
Daerah oprasi VI adalah salah satu perusahaan PT KAI yang mengatur perkeretaapian di daerah Yogyakarta, untuk dapat memuaskan masyarakat PT KAI DAOP IV harus melakukan kegiatan perawatan untuk menjaga fungsi sarana perkeretaapian, salah satu kegiatan perawatan yang dilakukan PT KAI DAOP IV adalah melakukan perawatan lokomotif. Pada bulan Januari hingga September 2015 tercatat 72 kali gangguan pada lokomotif CC201, untuk mencegah kegagalan fungsi, maka diperlukan aktivitas perawatan yang tepat. Aktivitas perawatan yang dilakukan di PT KAI DAOP IV masih menunjukkan kegagalan fungsi yang sama dan berulang-ulang. Oleh karena itu akan dilakukan perancangan kegiatan perawatan dengan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) yang menghasilkan fungsi, kegagalan fungsi, serta Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan informasi pada FMEA tersebut, kemudian dihasilkan kebijakan perawatan dan pelaksana teknis, serta data historis kerusakan yang digunakan untuk menghitung interval waktu perawatan. Dengan menentukan kebijakan perawatan tepat, maka biaya yang dikeluarkan dapat diminimalisi. Dari hasil penelitian didapatkan 3 komponen kritis yaitu roda gigi pinion, wickassy, axle linning. setelah didapatkan komponen kritits kemudian ditentukan interval waktu perawatan yang tepat dengan melihat nilai keandalan tidak kurang dari 0,9. Interval waktu perawatan yang tepat adalah pada saat jam ke 510 setelah beroprasi untuk semua kompone kritis, perawatan yang dilakukan adalah melakukan penggantian untuk mencegah lokomotif mengalami kerusakan. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk perawatan penggantian pada komponen roda gigi pinion adalah sebesar Rp 189.573.120, untuk komponen wickassy mengeluarkan biaya sebesar Rp 132.970.464, dan untuk komponen axle linning mengeluarkan biaya sebesar Rp 150.507.936.
Collections
- Industrial Engineering [2908]
