• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Formulasi SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) Ekstrak Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan Variasi Minyak, Tween 20, dan PEG 400

    Thumbnail
    View/Open
    13613048 .pdf (2.412Mb)
    Date
    2017
    Author
    Abdilah, Luthfi Priasdhika
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Bawang tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) merupakan tanaman obat tradisional yang telah banyak digunakan sebagai alternatif pengobatan diabetes, hipertensi, hingga kanker. Senyawa golongan kuinon menjadi senyawa aktif pada ekstrak bawang tiwai dan memiliki kelarutan yang rendah dalam air. Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketersediaan senyawa yang tidak larut air dalam tubuh adalah SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) yang terdiri dari minyak, surfaktan, ko-surfaktan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh jenis minyak, jumlah tween 20 dan PEG 400 terhadap karakteristik fisik dan stabilitas fisik SNEDDS ekstrak bawang tiwai. Minyak yang diskrining adalah virgin coconut oil, minyak zaitun, asam oleat, dan capryol. Parameter yang digunakan adalah ukuran partikel, polydisperse index (PI), zeta potensial, dan diagram terner yang dibuat untuk menunjukkan daerah pembentukan SNEDDS. Analisis ukuran partikel, polydisperse index (PI), dan zeta potensial menggunakan particle size analyzer (PSA), serta analisis keseragaman nilai parameter dengan menggunakan nilai rata-rata dan standar deviasi. Hasil skrining minyak yang paling baik dalam melarutkan ekstrak bawang tiwai adalah asam oleat. Perbandingan yang terbaik antara asam oleat, tween 20, dan PEG 400 dengan jumlah ekstrak sebanyak 4,2 mg/ml adalah 1:8:1, 1:7:2, dan 1:6:3, menghasilkan ukuran partikel antara 15,066 nm – 103,533 nm, nilai PI antara 0,285 Ж 0,471Ð, dan nilai zeta potensial antara -44,6 mV sampai -67,8 mV. Sebagai kesimpulan,penggunaan 10% asam oleat, tween 20 yang semakin mendekati jumlah maksimal (60-80%), dan 10-30% PEG 400 akan menghasilkan SNEDDS yang sesuai persyaratan fisik dan stabilitas yang baik. Namun formula dengan asam oleat lebih dari 10% akan menghasilkan SNEDDS yang tidak stabil, ditandai dengan terbentuknya larutan keruh saat diencerkan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/62533
    Collections
    • Pharmacy [1885]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV