Evaluasi Sistem Cold Chain pada Vaksin di Puskesmas Jetis I dan Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul
Abstract
Sistem cold chain pada vaksin sangat penting diperhatikan untuk menjaga supaya vaksin tidak mudah rusak dan masih memiliki potensi yang optimal Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian sistem cold chain pada vaksin serta kualitas dari pengelolaan vaksin di Puskesmas Kabupaten Bantul berdasarkan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik Tahun 2012 dan standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi. Analisis dari data kualitatif sistem cold chain pada vaksin dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode. Data kuantitatif diperoleh dari data penggunaan vaksin. Analisis kuantitatif penggunaan vaksin dilakukan dengan menghitung indikator pengelolaan vaksin. Hasil dari kesesuaian sistem cold chain di Puskesmas Jetis 1 dalam hal penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan dan fasilitas belum cukup sesuai, kesesuaian di Puskesmas Piyungn untuk fasilitas belum sepenuhnya sesuai. Hasil kualitas pengelolaan vaksin di Puskesmas Jetis 1 dan Puskesmas Piyungan secara berturut-turut berdasarkan indikator belum sepenuhnya sesuai dengan hasil persentase vaksin rusak/kadaluwarsa yaitu 2,73% dan 2,08%, persentase rata-rata waktu kekosongan vaksin sebesar 16,71% dikedua puskesmas. Persentase dari hasil stok mati dikedua puskesmas baik yaitu 0%, persentase kesesuaian penyimpanan vaksin dengan kondisi FEFO di kedua puskesmas sudah sesuai sebesar 100%, hasil kesesuaian suhu penyimpanan dikedua puskesmas sudah sesuai dengan pedoman dan hasil dari tingkat ketersediaan vaksin di Puskesmas Jetis 1 dan Puskesmas Piyungan cukup baik yaitu berkisar 11,45-13,37 dan 7,79-14,06 bulan.
Collections
- Pharmacy [1885]
