• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Faktor Prognostik Pada Pasien Tuli Mendadak Sensorineural Yang Menjalani Terapi Adjuvan Oksigen Hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy): A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    22711140.pdf (4.717Mb)
    Date
    2026
    Author
    Febriliantika, Ashfahany
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Tuli mendadak sensorineural (sudden sensorineural hearing loss (SSNHL)) merupakan kondisi darurat medis yang perlu diidentifikasi guna menetukan intervensi yang sesuai. Terapi oksigen hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT)) sebagai adjuvan memiliki tingkat kesembuhan lebih tinggi dibandingkan dengan hanya terapi medis standar seperti kortikosteroid sistemik. Evaluasi setelah terapi dilakukan untuk melihat perbaikan fungsi pendengaran dan keberhasilan terapi. Dengan dilakukannya identifikasi pada saat onset gejala dan evaluasi setelah diberikan terapi, maka dapat diketahui faktor prognostik yang bisa memprediksi hasil pengobatan dan pemulihan pasien SSNHL. Metode Penelitian: Sumber data yang digunakan adalah original article berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan tahun 2014-2024 pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Seleksi artikel dilakukan menurut panduan PRISMA-ScR. Selanjutnya dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil: Dari 1048 artikel, 18 artikel diambil sebagai sumber bukti. Hasil analisis mendapatkan empat belas faktor prognostik pasien SSNHL yang menjalani terapi adjuvan HBOT, yakni interval waktu onset SSNHL dengan permulaan terapi, ambang pendengaran, frekuensi hilang pendengaran, derajat hilang pendengaran, parameter darah dan biokimia, usia, evaluasi respons terapi awal, pola audiogram, vertigo, sindrom metabolik, temuan MRI, fungsi vestibular (abnormalitas posterior semicircular canal (PSC)), lateralitas, dan gejala tinnitus. Namun, ditemukan pula hasil yang tidak konsisten antar studi pada faktor interval waktu onset SSNHL dan permulaan terapi, usia, gejala tinnitus, pola audiogram, ambang pendengaran awal, derajat hilang pendengaran, dan vertigo. Simpulan: Empat belas komponen diketahui dapat menjadi faktor prognostik positif maupun negatif pasien SSNHL yang menjalani HBOT.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62521
    Collections
    • Medical Education [2860]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV