| dc.description.abstract | Latar Belakang: Antenatal care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan yang
penting bagi ibu hamil untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin serta
mencegah terjadinya komplikasi kehamilan. Pada tahun 2024, Pemerintah
Kabupaten Purbalingga mencatat Kunjungan K1 adalah 99,87% namun menurun
hingga 87,04% pada kunjungan K6. Cakupan kepatuhan kunjungan ANC
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan.
Tujuan Penelitian: Menggambarkan perspektif dan pengalaman ibu hamil dalam
melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Pengadegan dan menggali faktor yang
membentuk perpektif ibu hamil terhadap kunjungan ANC berdasarkan teori
perilaku kesehatan Lawrence Green.
Metode: Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Data diambil dengan metode wawancara mendalam semi terstruktur. Wawancara
dilakukan pada enam narasumber dengan karakteristik umur dan gravida berbeda.
Hasil: Sebagian besar ibu hamil memiliki persepsi positif terhadap kunjungan
ANC. Sudut pandang ibu hamil dibentuk oleh pengalaman selama kunjungan
ANC, riwayat kehamilan sebelumnya, dan ketiga faktor dari teori perilaku
kesehatan L. Green. Faktor predisposisi berupa pengetahuan ibu, status
kehamilan, pengalaman kehamilan sebelumnya. Faktor pemungkin meliputi akses
informasi, akses jarak dan transportasi, dan fasilitas puskesmas. Faktor
pendorong yang meliputi dukungan keluarga dan suami serta pelayanan dari
petugas kesehatan. Ketiga faktor ini juga membentuk keputusan ibu hamil dalam
melakukan kunjungan ANC.
Simpulan: Perspektif ibu hamil terhadap kunjungan ANC di Puskesmas
Pengadegan terbentuk dari pengalaman subjektif ibu selama kehamilan dan
interaksi dengan lingkungan serta pelayanan kesehatan. Persepsi positif terhadap
manfaat ANC, pengalaman pelayanan, serta dukungan lingkungan menjadi faktor
penting dalam keberlanjutan kunjungan ANC. Pendekatan pelayanan yang
berorientasi pada pengalaman dan kebutuhan ibu diharapkan dapat meningkatkan
kepatuhan kunjungan ANC. | en_US |