Hubungan Faktor Sosioekonomi terhadap Sikap Kejadian Kekerasan dalam Rumah Tangga Pada Ibu Rumah Tangga di Negara Vietnam dan Thailand
Abstract
Latar Belakang: Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan masalah
yang menjadi perhatian global karena berdampak ke seluruh masyarakat. Negara
Thailand dan Vietnam merupakan dua negara yang memiliki tradisi kuat terhadap
patriarki sehingga menciptakan pola sikap terhadap KDRT.
Tujuan Penelitian: Menjelaskan faktor-faktor sosioekonomi yang memengaruhi
sikap terhadap kejadian kekerasan dalam rumah tangga saat suami memukul istri
pada ibu rumah tangga di negara Thailand dan Vietnam.
Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif analitik dengan data sekunder MICS
UNICEF di Thailand tahun 2022 dan Vietnam tahun 2020-2021. Analisis univariat
menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan regresi logistik, serta
analisis multivariat dengan regresi logistik multipel.
Hasil: Faktor yang memengaruhi sikap menoleransi terhadap KDRT pada
Thailand adalah tempat tinggal pedesaan (p<0,05). Sedangkan terdapat dua faktor
yang memengaruhi sikap menoleransi terhadap KDRT pada Vietnam adalah
tingkat pendidikan pradasar atau tidak bersekolah, dasar, menengah pertama,
menengah atas, dan tingkat pendapatan sangat rendah dan rendah (p<0,05).
Simpulan: Terdapat perbedaan faktor yang memengaruhi sikap menoleransi
terhadap KDRT di kedua negara Thailand dan Vietnam. Pada negara Thailand
faktor penentu yang memengaruhi sikap menoleransi terhadap KDRT adalah
tempat tinggal. Sebaliknya pada negara Vietnam, faktor penentu yang
memengaruhi sikap menoleransi terhadap KDRT adalah tingkat pendidikan serta
tingkat pendapatan. Perlu dilakukan penelitian lanjut untuk menggali faktor lain
seperti tradisi, budaya, serta kesenjangan sosioekonomi antara suami dan istri.
Collections
- Medical Education [2860]
